Patung-Patung Christopher Columbus yang Diturunkan Hingga Dipenggal

Tim Editor

    Patung Christopher Columbus (Foto: CNN)

    Jakarta, era.id - Isu rasis tengah menjadi perbincangan publik di seluruh negeri setelah kematian pria Afrika-Amerika George Floyd. Beberapa orang menganggap banyak patung  yang dianggap rasis sampai akhirnya diturunkan hingga dipenggal.

    Sekarang, tiga patung Christopher Columbus yang menjadi tokoh kontroversial dalam sejarah Amerika Serikat itu harus diturunkan bahkan kepalanya dipenggal. Laporan menyatakan salah satu bagian kepala patung ada yang dipenggal, satu patung lainnya dilemparkan ke danau, dan satunya lagi digulingkan. 

    Columbus telah lama menjadi tokoh kontroversial dalam sejarah karena perlakuannya terhadap masyarakat. Perannya dalam penjajahan dianggap kejam karena berlaku tidak adil terhadap ras lain saat itu.

    Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kota di negara bagian AS telah mengganti Hari Columbus dengan Hari Masyarakat Adat, sebagai pengakuan atas rasa sakit dan teror yang disebabkan oleh Columbus dan penjelajah Eropa lainnya.

    Para demonstran mengatakan mereka menargetkan patung-patung Columbus sebagai aksi solidaritas dengan masyarakat adat.
     

    Di Minnesota State Capitol sekelompok orang  melemparkan tali di sekitar patung Columbus dan menariknya jatuh hingga ke tanah.

    "Ini menjadi pembicaraan berkelanjutan yang telah kami lakukan selama bertahun-tahun dengan orang-orang yang menempati gedung ini (gedung DPR)," ujar salah satu demonstran, Mike Forcia yang dikutip dari CNN pada Kamis (11/6/2020)

    "Itu selalu 'kamu harus menunggu, ada proses yang harus kamu lalui'," lanjutnya.

    Sekitar 1.000 orang berkumpul di Byrd Park di Richmond, Virginia pada hari Selasa (9/6/2020).

    "Kami berkumpul di Byrd Park untuk memprotes monumen rasis lain. Christopher Columbus adalah seorang pembunuh orang pribumi, mengarusutamakan budaya genosidal terhadap orang pribumi yang masih kita lihat sampai sekarang. Bawa bijak, drum, gaun jingle, dan maskermu!" ujar Richmond, salah satu pengunjuk rasa.

    "Saya tahu beberapa orang memiliki banyak ikatan emosional dengan beberapa monumen ini, tetapi saya percaya patung yang turun adalah satu langkah yang sangat kuat menuju lebih banyak persatuan di dalam kota. Dan saya pikir ini jadi hal yang baik." lanjutnya.

    Patung Columbus lainnya di Boston, kepalanya dipenggal pada Selasa malam (9/6/2020). Patung yang berdiri 1979 sebelumnya juga pernah dirusak pada 2015 ketika disiram dengan cat merah.

    "Patung khusus ini telah mengalami perusakan berulang di sini di Boston, dan mengingat percakapan yang kita miliki sekarang di kota Boston kami dan di seluruh negeri. Kami juga akan mengambil waktu untuk menilai makna historis dari tindakan ini, "ungkap Walikota Marty Walsh.

    "Patung itu akan disimpan saat ini. Tidak jelas apakah itu akan naik kembali atau tidak," tutupnya.

    Tag: hari perempuan internasional konstruksi rusak demo

    Bagikan :