Pelantikan Lincoln dan Awal Perang Saudara

| 04 Mar 2018 19:42
Pelantikan Lincoln dan Awal Perang Saudara
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta, era.id - Hari ini pada 1861, Abraham Lincoln menjadi Presiden ke-16 Amerika Serikat. Dalam pidato pengukuhannya, Lincoln menegaskan akan memperluas perdamaian ke Selatan dan menerapkan undang-undang federal di negara-negara bagian yang memisahkan diri. Utara dan Selatan kurang saling menyukai karena berbagai perbedaan pandangan sejak 1940-an.

Tujuh negara meninggalkan Amerika Serikat sejak hari pemilihan Lincoln pada November 1860 dan membentuk Negara Konfederasi Amerika. Mereka khawatir terpilihnya kader partai Republik akan mengancam hak-hak mereka, terutama masalah perbudakan. Sejumlah properti federal seperti gudang senjata dan benteng pun diambil paksa.

Saat Lincoln tiba di Washington D.C. untuk menghadiri acara pelantikannya, ancaman perang mulai nampak. Dalam sambutannya, Lincoln melakukan pendekatan hati-hati dengan tidak membuat ancaman khusus terhadap negara-negara Selatan. Hasilnya, dia memiliki fleksibilitas dalam mencoba mempertahankan negara bagian Selatan - North Carolina, Tennessee, Virginia, Arkansas, Missouri, Kentucky, Maryland, dan Delaware.

Dalam pidato pengukuhannya, Lincoln berjanji tidak mencampuri institusi perbudakan dan berjanji menunda sementara kegiatan pemerintah federal di daerah permusuhan. Namun di sisi lain, ia pun mengambil sikap tegas terhadap pemisahan diri dan perampasan properti federal.

Pemerintah mendesak Lincoln untuk menempati dan mengambil kembali properti tersebut, sekaligus mengambil pajak. Namun Lincoln menutup ucapannya dengan sebuah pengingat tentang warisan bangsa Amerika:

"Di tangan kalian, rekan senegaraku, dan bukan di tanganku, isu perang sipil yang penting itu. Pemerintah tidak akan menyerangmu. Kalian tidak bisa memiliki konflik tanpa dirimu sendiri yang menjadi penyerang. Kalian tidak disumpah untuk menghancurkan pemerintah, sementara aku memiliki sumpah paling suci untuk dilestarikan, dilindungi, dan dipertahankan... Kami bukanlah musuh, melainkan teman."

Enam pekan kemudian, Konfederasi menembaki Fort Sumter di Charleston, South Carolina, dan Perang Saudara pun dimulai. (History.com)

Rekomendasi