Amien Rais dan Kontroversinya

Tim Editor

Grafis (Yuswandi/era.id)

Jakarta, era.id - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dikenal sebagai figur yang kerap mengkritisi pemerintah. Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan mengakui bukan Amien Rais namanya jika tidak memberikan kritik pada penguasa.

Akhir pekan lalu, Amien mengkritik keras pemerintah setelah Presiden Joko Widodo membagikan sertifikat tanah. Kritik dari Amien dibalas keras Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Luhut memperingati Amien tidak asal-asalan mengkritik.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektare, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien, di Bandung, Minggu (18/3/2018).

Selain ceriwis, Amien juga figur kontroversial. Pernyataan-pernyataannya kerap membuat heboh dan jadi sorotan luas.


Grafis (Yuswandi/era.id)

Pada masa Pilpres 2014, Amien yang berdiri bersama PAN sebagai partai pengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai capres-cawapres menyatakan Prabowo tidak punya dosa masa lalu dalam bentuk pelanggaran HAM. Amien mengatakan, rekam jejak Prabowo sudah teruji pada pemilu sebelumnya dan isu pelanggaran HAM sudah terbantahkan dengan sendirinya.

"Lima tahun lalu Pak Prabowo cawapres resmi Bu Mega dan sudah tahu track record-nya. Enggak usah buka-buka, kalau buka-bukaan, Pak Prabowo juga bisa buka aib mereka," ucap Amien.

Baca Juga : Si Ceriwis Amien Rais

Pada September 2013, Amien mengatakan Solo sebagai kota dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah. Menurut Amien, tingginya kemiskinan di Solo adalah bentuk kegagalan Joko Widodo sebagai wali kota.

Masih terkait Pilpres 2014, Amien mengatakan pemilihan umum presiden saat itu ibarat Baratayuda atau perang besar Pandawa melawan Kurawa.

"9 Juli itu semacam Baratayuda politik, serem, di sini tapi mungkin kecil-kecilan," ucap Amien.

Selain itu, Amien juga pernah bernazar akan berjalan kaki bolak-balik Jakarta Yogyakarta jika Jokowi memenangi Pilpres 2014. Namun hingga saat ini, nazar tersebut belum dia penuhi.

Baca Juga : Luhut Diminta Jangan Lebay

Selain isu politik, nama Amien juga jadi pembicaraan saat disebut dalam dakwaan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah yang didakwa menyalahgunakan wewenang dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) pada 2005, di Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.

Dalam tuntutan jaksa, ada uang keuntungan pihak swasta mengalir ke rekening Amien yang ditransfer bertahap dari rekening Yurida selaku sekretaris Soetrisno Bachir Foundation (SBF) sebesar Rp600 juta. Siti disebut membuat surat rekomendasi penunjukan langsung. Namun dalam kesaksiannya, Siti membantah ada aliran uang ke partai politik sedangkan Amien mengaku mendapat uang dari Soetrisno Bachir untuk biaya operasional.

Kontroversi paling heboh terkait Amien Rais adalah saat muncul pemberitaan yang berjudul "Tubuh Zarima dan Teror Politik." Saat itu Amien masih menjabat Ketua MPR, sehingga kabar hubungannya dengan Zarima disebut hanya intrik politik yang menyasar Amien dan PAN.

Gosip hubungan Amien dengan ratu ekstasi itu makin santer setelah Zarima diketahui mengandung. Menanggapi kabar yang beredar, Ketua DPP PAN saat itu, AM Fatwa, menyatakan pihaknya menggelar rapat khusus dan DPP PAN membentuk tim hukum untuk menindaklanjuti berita tersebut. Menurut AM Fatwa, saat itu Amien ataupun Zarima sama-sama membantah terlibat dalam hubungan gelap. 

Tag: amien rais

Bagikan: