Setelah Pilkada Solo, Gibran Jadi Capres 2024?

ERA.id - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yakin pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa bakal menang melawan siapa pun termasuk kotak kosong di Pilkada Solo 2020. Menurutnya, Gibran sosok yang tepat untuk regenerasi kepemimpinan di daerah.

Zulhas bahkan sesumbar putra sulung Presiden Joko Widodo bakal menang total hingga 80 persen suara di Pilkada Solo.

"Biasanya ramalan saya benar. Apapun lawannya nanti ya, apa ada lawan, apa kotak kosong tapi kira-kira seperti itu. Sekali lagi PAN percaya pada konsep regenerasi," ujar Zulhas usai bertemu Gibran di Kawasan Widya Chandra, Jakarta, Rabu (12/8).

Zulhas juga meramal Gibran bakal mengikuti jejak Jokowi yang sukses menjadi kepala daerah hingga saat ini menjadi presiden. Bahkan, kata dia, Gibran bisa lebih sukses karena masih muda.

"Kalau wali kota ikut jejak ayahanda kan, kan walkot, gubernur, berapa lagi nambah tuh, bisa 10 tahun. Sekarang usia 30 an, pas itu," kata Zulhas.

Lalu meskipun masih 'hijau' di dunia politik dan birokrat menjadikan Gibran layak jadi Capres? Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai Pilkada Solo 2020 bisa jadi batu loncatan bagi putra Presiden Joko Widodo tersebut. Ia memprediksi peluang itu terbuka, karena jarak antara pelaksanaan Pilkada 2020 dengan Pilpres 2024 cukup jauh.

Sehingga menurutnya, terbentang waktu yang cukup selama empat tahun untuk menaikkan popularitas Gibran. "Bisa disebut begitu, akan berusaha membangun jembatan untuk bisa maju di Pilpres 2024," kata Ujang, saat dihubungi, Kamis (14/8).

Dosen di Universitas Al Azhar Indonesia itu bilang pengaruh Jokowi dalam karier politik Gibran sangat besar apalagi, Jokowi masih menjadi Presiden bila Gibran terpilih sebagai wali kota.

"Hal ini diperkuat dengan pengaruh mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih akan sangat kuat pada saat pelaksanaan hajatan lima tahunan rakyat Indonesia tersebut," katanya.

Tapi, langkah Gibran untuk turut meramaikan kontestasi Pilpres 2024 akan sangat berat. karena kondisi saat 2024 nanti pastinya akan sangat berbeda saat Jokowi maju di pilpres 2014 lalu. 

Apa kata Gibran? Ia mengaku belum memikirkan soal 'Copras-capres'. Ia masih fokus memenangkan Pilkada Solo. “Umurnya belum cukup, nanti sajalah. Kan bertahap, dari kota kecil dulu, waktunya masih panjang. Daftar Wali Kota saja belum kok Presiden," kata Gibran beberapa waktu lalu.