Profil Asnawi, Pemain Timnas Indonesia yang Kerap Kritik Pemerintah di Makassar

Tim Editor

Asnawi Mangkualam (PSSI)

ERA.id - Asnawi Mangkualam Bahar banyak dibincangkan di media sosial. Aksinya memicu banyak pujian dan kontroversi.

Apa itu? Selain kuat berjibaku mengawal pertahanan dan membantu serangan Timnas Indonesia, Asnawi juga piawai membuat mental lawannya runtuh.

Sejak kemarin, usai tendangan penalti bomber Singapura Faris Ramli digagalkan Nadeo, Asnawi langsung beraksi. Ia mendatangi pemain tersebut, dan melantangkan kalimat yang tidak diketahui maksudnya.


Banyak yang bilang, putra Bahar Muharram itu memprovokasi Faris. Ia melancarkan psywar ke penyerang pemain Singapura tersebut.

Toh, waktu itu, keadaan Indonesia sempat terancam karena Singapura menyamai kedudukan dan sedikit lagi menggagalkan dan mempermalukan anak asuh Shin Tae-yong.

Profil singkat

Asnawi Mangkualam (PSSI)


Banyak yang belum tahu kalau Asnawi adalah putra asli Makassar, ia lahir 4 Oktober 1999, di Antang, sebuah daerah yang terletak di pinggiran kota yang berjuluk Anging Mamiri tersebut.

Asnawi adalah putra dari Bahar Muharram, asisten pelatih PSM Makassar, yang dulu menjadi palang pintu Pasukan Ramang. Permainannya mirip Asnawi, keras dan tak kenal lelah.

Kini, Asnawi bermain untuk klub dari divisi K League 2, Ansan Greeners dan tim nasional sepak bola Indonesia sebagai bek kanan dan gelandang bertahan.

Karier

Asnawi Mangkualam (PSSI)


Sebelum ke PSM, Asnawi membela Persiba Balikpapan. Di sana, ia memecahkan rekor pemain termuda yang mencetak gol di Kejuaraan Sepak Bola Indonesia A 17 tahun 5 hari melawan Bali United F.C. di Stadion I Wayan Dipta.

Setelahnya, pada 2017, Asnawi bergabung dengan PSM. Ia melakukan debut saat Juku Eja melawan Persela Lamongan pada Piala Presiden 2017.

Pada tahun 2019, ia dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di perheltana Kratingdaeng Piala Indonesia. Alasannya, ia membawa timnya menjuarai turnamen.

Gemar kritik pemerintah

Asnawi Mangkualam (PSM Makassar)


Asnawi di mata banyak orang adalah remaja 'bandel'. Meski begitu, ia banyak diapresiasi karena menyuarakan isi hati pesepak bola dan suporter yang ada di Makassar.

Kadang ia 'menghajar' Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Danny Pomanto. Apalagi saat tahu, di Makassar, pembangunan Stadion Mattoanging tak kunjung selesai.

Terakhir, ia marah usai lapangan sepak bola di di Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, diambil alih oknum yang mengaku sebagai ahli waris.

"Antang sedang tidak baik-baik saja!

Sebagai warga Antang sangat terpukul dengan situasi yang terjadi saat ini tentang lapangan sepak bola di Kelurahan Antang dan Bitoa

Kemana pemerintah dan anggota DPRD setempat? Terutama putra daerah anggota DPRD setempat. Kalian di mana?

Tanah yang sudah lama dihibahkan di era pemerintahan bapak @acho145 untuk masyarakat Antang dan Bitoa untuk dibuat menjadi lapangan dan tempat ibadah, dan kini di rampas oleh penguasa kepentingan

Lapangan yang banyak melahirkan bibit-bibit sepak bola di Indonesia yang tersebar di Liga 1 dan Liga 2, kini lapangannya hilang tak tau arah. Lapangannya memang tidak sebagus dan seindah GBK, tapi di sini kami berlatih keras untuk bisa sampai di titik sekarang

Saya sebagai masyarakat dan terlahir besar sebagai pemain sepak bola di lapangan tersebut sangat kecewa dengan tindakan pemerintah saat ini. Kemana pemerintah? Tidak senang olahraga atau bagaimana? Kenapa lapangan sepak bola semakin ke sini semakin habis di Kota Makassar!" tandas Asnawi lewat Instagram-nya beberapa waktu lalu.

Tag: timnas indonesia makassar Danny Pomanto PSM Makassar pemkot makassar asnawi mangkualam profil asnawi mangkualam

Bagikan: