Sekuriti Rujab Gubernur Sulsel Usir Pewarta Foto, Humas Pemprov: Lagi Dibatasi

Tim Editor

Pihak keamanan (merah) saat mengusir Tawakkal

ERA.id - Seorang pewarta foto di Makassar bernama Tawakkal diusir saat ingin meliput gladi pelantikan pejabat Sulsel terpilih pada Pilkada 2020, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, oleh seorang sekuriti atau petugas keamanan.

Soal kabar pengusiran tersebut, Kabag Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Amran mengklarifikasi. Kepada ERA.id, ia mengaku masalah yang melibatkan sekuriti dengan Tawakkal, terjadi di luar ruangan yang bakal dijadikan lokasi pelantikan pejabat terpilih di Sulsel.

Amran mengaku jika saat ini, ruangan yang bakal digunakan sebagai lokasi pelantikan, tidak memungkinkan untuk dipadati demi menjaga kondisi atau sterilisasi lantaran pandemi COVID-19.

Ia bilang tidak ada maksud petugas keamanan rumah jabatan Gubernur Sulsel mengusir awak media atau yang terkhusus Tawakkal. "Bukan bermaksud diusir atau disuruh keluar (wartawan), tapi sekarang ruang juga lagi dibatasi karena anjuran dari Kemendagri begitu. Apalagi pelantikan ini secara langsung, bukan live virtual sesuai permintaan bapak Gubernur ke Mendagri." akunya, Kamis (25/2/2021).

Selain itu, Amran mengatakan selain tamu khusus serta pejabat terpilih pada Pilkada 2020, dan para pengawal juga asisten mereka, sejumlah awak media juga diakuinya sudah berada dalam ruangan yang telah ditetapkan jumlahnya. "Di sini (ruangan pelantikan) ada juga anak media yang sebelumnya sudah datang dari tadi. Tapi memang dibatasi, karena keadaan seperti sekarang. Jadi sementara waktu dibatasi," ungkapnya.

Intinya Amran menganggap, kejadian ini bukan untuk mengusir wartawan untuk tidak meliput gladi bersih, yang notabene pelantikan resmi baru dimulai besok, Jumat (26/2/2021). "Dilihat dulu kondisi dalam ruang karena sebenarnya ini pelantikan harusnya virtual bukan langsung. Setelah kejadian sebahagian anak media saya koordinasi kembali dengan Satpol PP, sudah bisa masuk ke dalam ruangan." imbuhnya.

Besok, pejabat daerah dari 11 kabupaten/kota bakal dilantik secara langsung oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Sementara untuk Kabupaten Toraja Utara menyusul pada Maret mendatang. "Ada tempat khusus untuk wartawan mewawancarai semua pejabat yang dilantik. Tempat mengambil dokumentasi juga telah disiapkan karena aturannya memang sudah diatur oleh bagian protokoler," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah jurnalis dan pewarta foto yang ingin meliput dan mengabadikan gambar gladi pelantikan calon kepala daerah dan wakil terpilih di Baruga Patingalloang Rumah Dinas Gubernur Sulawesi Selatan, diusir sekuriti yang berjaga di depan gerbang. Alasannya, kegiatan tersebut tertutup, tidak untuk diliput.

"Silakan di luar pak, ini sudah kita atur. Silahkan hubungi nanti protokol," kata seorang pria berbaju merah, celana coklat, sembari menunjuk ke luar pagar, Kamis (25/2/2021).

Awak media tidak hanya tidak boleh meliput gladi, tapi mereka juga tidak diperbolehkan masuk dalam kawasan Rumah Dinas Gubernur Sulsel. Kecuali beberapa orang tamu lainnya, yang boleh masuk setelah diperiksa.

Menanggapi itu, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Makassar meminta kepada pihak humas atau panitia terkait untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

"Tidak elok teman jurnalis terlebih pewarta foto yang sudah menunjukkan indentitas dan kelengkapan liputannya diusir dengan cara demikian," kata Ketua PFI Makassar, Iqbal Lubis.

Tag: makassar wartawan makasssar diusir pelantikan pejabat sulsel gubernur sulsel

Bagikan: