Varian Delta Sudah Masuk Solo, Anak Buah Gibran: Karena Warga Kudus

Tim Editor

Wisma Haji Donohudan Solo

ERA.id - Pemerintah Kota Solo membenarkan saat ini lonjakan kasus COVID-19 di kota Solo jauh lebih tinggi dari lonjakan kasus di bulan Januari lalu. Lonjakan ini salah satunya dipicu dari para pasien dari Kudus yang dibawa ke Asrama Haji Donohudan untuk isolasi mandiri.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, pada Selasa (13/7/2021). Dia mengatakan saat ini angka kasus harian jauh melampaui bulan Januari lalu. Sebab pada bulan Januari, rerata kasus harian hanya 50 kasus.

”Saat rata-rata harian kasusnya sampai 300 kasus. Dan kemarin yang tertinggi 500 kasus, padahal Januari lalu hanya sekitar 200 saja,” katanya.


Ahyani mengatakan salah satu pemicu merebaknya varian ini karena banyak warga Kudus yang diisolasi di Asrama Haji Donohudan. Pemicu lainnya yakni masyarakat yang tetap menjalani mobilitas tinggi sejak lebaran.

”Jadi penularannya sangat cepat,” sambungnya.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan membuat rumah isolasi terpusat bagi pasien yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Dengan begitu masyarakat lebih disiplin saat menjalani isolasi mandiri.

Upaya lainnya yakni Pemkot Solo dengan memperpanjang masa isolasi menjadi 14 hari. Padahal mengacu pada aturan WHO dan Kementerian Kesehatan, lamanya isolasi mandiri hanya 10 hari saja.

”Kami juga benar-benar berharap rantai penularannya bisa putus, makanya upaya-upaya semacam ini dilakukan,” ucapnya.

Sebagai informasi pemerintah provinsi Jawa Tengah merilis banyak varian delta ditemukan di beberapa daerah di Jawa Tengah. Dari 16 sampel yang diambil Pemprov Jawa Tengah, hasilnya menunjukkan semua varian delta.

Tag: solo covid-19 varian delta varian delta

Bagikan: