Dijewer, Pelatih Biliar Choki Aritonang Somasi Gubsu Edy: Bila Tak Respons 1x24 Jam Lapor Polisi

Tim Editor

Pelatih PON Khoiruddin Aritonang (tengah) didampingi tim hukum setelah melayangkan somasi (Ist)

ERA.id - Khoiruddin Aritonang atau Coki, pelatih PON cabang olahraga (Cabor) Biliar pada PON Papua XX menempuh langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.
 
Hal itu berkaitan dengan insiden yang dialaminya saat penyerahan tali asih kepada pelatih dan atlet PON kontingen Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara Jalan Jenderal Sudirman Medan.
 
Kuasa hukum Coki, Teguh Syuhada dari Koalisi advokat Menolak Arogansi Sumatera Utara (KAMASU), mengatakan teguran (somasi) kepada mantan Pangkostrad itu telah dikirim ke kantor Gubernur Sumatera Utara hari ini.

 
"Kami sudah melakukan teguran hukum kepada bapak Edy Rahmayadi dalam bentuk somasi. Mengapa kami kirim ke kantor Gubernur Sumut, karena kami pahami pada peristiwa itu melekat jabatan sebagai gubernur," kata Teguh dalam konferensi pers yang digelar di Medan, Kamis (30/12).
 
Kuasa hukum pelatih Biliar itu berharap dengan telah dikirimkan surat somasi, Gubsu Edy Rahmayadi memiliki itikad baik menyampaikan permintaan maaf kepada Khoiruddin Aritonang.

Tim hukum memberikan waktu selambat-lambatnya 1x24 jam untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
 
"Kami memberikan waktu yakni satu kali dalam 24 jam untuk menyampaikan permintaan maaf kepada klien kami," ujarnya.
 
Jika somasi tersebut tidak ditanggapi pihak Gubsu Edy Rahmayadi, Teguh mengatakan akan mengancam untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
 
"Mengacu pada somasi yang kami kirimkan selambat-lambatnya 1x24 jam, jika tidak maka besok pada pukul 14.00 WIB kami akan membuat laporan ke Polda Sumut," tegasnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi kesal dan mengusir seorang pelatih Biliar dari ruangan Aula Tengku Rizal Nurdin yang berada di komplek Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara Jalan Sudirman Medan.
 
Peristiwa tersebut terjadi saat Gubernur Edy menyerahkan tali asih kepada atlet PON XX Papua, pada Senin (27/12/2021).
 
Berawal saat Gubsu Edy memberikan motivasi kepada seluruh atlit saat menyampaikan kata sambutan di hadapan para atlit. Saat itu Edy menyampaikan agar para atlit memberikan yang terbaik saat Sumut menjadi tuan rumah PON XXI 2024 bersama Aceh.
 
Ternyata, saat seluruh ruangan bergemuruh dengan tepuk tangan atas apa yang disampaikan Edy, ia melihat satu orang tidak ikut bertepuk tangan.
 
Mantan Pangkostrad itu kemudian memanggil yang bersangkutan naik ke atas panggung. Sedari awal Gubsu Edy sudah marah dan langsung menanyakan mengapa tidak ikut bertepuk tangan.
 
"Kau orang mana, saya pengen tahu, sok-sokan kali,"
 
Kemudian Gubsu Edy kembali bertanya

"Kau orang mana, masih main? Atlet apa kau, Biliar? Pelatih? Pelatih saja tak mau tepuk tangan," ucapnya.
 
Edy kemudian terus mengomel dan mengritik sikap pelatih yang tidak menghargai. Ia terus marah dan mengatakan tidak pantas pelatih bersikap seperti itu "Pelatih tak tepuk tangan, tak cocok jadi pelatih.  Berdiri yang benar kau, sontoloyo kau," ungkapnya.
 
Belum selesai Gubsu Edy Rahmayadi mengomel, sang pelatih yang diketahui kemudian bernama Khairuddin Aritonang itu langsung turun dari panggung meninggalkan Edy.
 
"Udah pulang, tak usah di pake lagi. Kau langsung keluar tak usah disini, Sekarang kita modelnya gitu aja, yang tak suka, berdiri, keluar," ucap Edy melihat pelatih yang ditegurnya itu beranjak dari panggung.
 

Tag: edy rahmayadi

Bagikan: