ERA.id - Artis peran Meisya Amira mengungkap tantangan terbesar di film Juminten Edan. Meisya harus belajar bahasa isyarat demi peran tersebut.
Berperan sebagai Juminten, karakter tersebut digambarkan sebagai perempuan tuna wicara yang mengharuskan Meisya Amira belajar dengan serius. Meisya menjelaskan bahwa ia melakukan berbagai persiapan lantaran hal ini menjadi yang pertama kali untuknya.
“Kalau jadi seorang tunawicara dan juga tunarungu itu menurutku sangat susah, challenging banget karena aku belum pernah belajar sebelumnya, baru kali ini,” ujar Meisya Amira saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).
Meisya lantas menjelaskan selama perisapan syuting ia didampingi oleh pelatih selama kurang lebih dua minggu untuk belajar bahasa isyarat. Namun yang menjadi tantangan baru untuknya justru bukan bahasa isyarat itu sendiri tetapi ekspresi wajah.
“Yang menurut aku juga challenging adalah gimana aku harus mengekspresikan semuanya tanpa dialog dari mata, emosi, semuanya itu bener-bener dilakukan dengan bahasa isyarat. Itu salah satu yang bener-bener pengalaman baru dan lumayan sulit bagi aku,” ungkapnya.
Sementara itu, Dimas Aditya yang menjadi lawan main Meisya Amira juga mengakui akting dengan bahasa isyarat baru pertama kali dilakukan. Untungnya, ia mendapat pelatih yang sama dengan Meisya.
“Ini pertama kali. Pertama kali. Kalau belajarnya tiga hari saya,” kata Dimas.
Film Juminten Edan berkisah tentang seorang perempuan disabilitas wicara dan rungu yang kembali ke pulau asalnya bersama suami dan anaknya setelah 8 tahun merantau. Kepulangan mereka berubah menjadi teror mengerikan karena Juminten menunjukkan perilaku tidak wajar dan berniat membunuh keluarganya akibat trauma masa lalu.
Juminten Edan akan tayang di bioskop mulai 23 Juli 2026.