Tak Disangka, Rasa Jijik Ternyata Berfungsi Bagus untuk Kesehatan Tubuh

Ilustrasi ekspresi rasa jijik (Pixabay/ Engin_Akyurt)

ERA.id - Setiap orang pastinya pernah merasakan jijik akan suatu hal tertentu. Misalnya ketika teman yang hobi eksplor makanan bercerita tentang pengalamannya menikmati makanan-makanan aneh, seperti makan serangga, daging ular, atau janin dari bebek yang direbus. 

Saat mendengar hal di atas kamu merasa jijik, jangan merasa bersalah dan katakan kebenarannya bahwa dirimu jijik. Nyatanya reaksi jijik yang dikeluarkan seseorang memberikan dampak yang baik untuk kesehatan. 

Sebuah studi baru yaitu Proceeding of the National Academy of Sciences, mengungkapkan bahwa rasa jijik dapat menjadi cara tubuh untuk menghindari infeksi. Sebelumnya, Charles Darwin juga sudah membahas mengenai hal ini. Ia menarik berhipotesis bahwa manusia mengeluarkan rasa jijik untuk membantu tubuh menghindari makanan yang sudah tercemar atau tidak baik.

Lebih lanjut, seorang profesor antropologi di Washington State University (WSU), Aaron D. Blackwell, mengatakan bahwa fungsi rasa jijik untuk menghindari infeksi itu bervariasi tergantung pada lingkungan dan seberapa mudah seseorang untuk menghindari hal tertentu.

"Sementara penelitian menunjukkan bahwa rasa jijik berfungsi untuk melawan infeksi, itu juga menunjukkan hal itu terjadi bervariasi tergantung pada lingkungan. Itu juga berdasarkan seberapa mudah seseorang menghindari hal-hal tertentu," kata Aaron D. Blackwell seperti dilansir Medicalxpress, Selasa (23/2/2021)

Sang profesor bersama tim peneliti yang dipimpin oleh Tara Cepon-Robins dari Universitas Colorado juga menyatakan bahwa rasa jijik seseorang akan mengalami peningkatkan berdasarkan kehidupan seseorang tersebut. Seperti ia memiliki keuntungan untuk selalu menerapkan hidup bersih, misal selalu menggunakan air yang bersih dan mampu menghindari hal yang menjijikan. Namun, untuk sekelompok orang yang biasa melakukan aktivitas seperti berburu, kegiatan bertani dan lainnya akan memiliki tingkat rasa jijik yang lebih rendah.

Meskipun begitu, Blackwell juga mengatakan dalam wawancara dengan The Seattle Times minggu ini bahwa penemuan akan rasa jijik tidak ada hubungannya dengan pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung saat ini. Ia mengungkapkan rasa jijik tidak melindungi seseorang dari virus corona.

"Rasa jijik tidak dapat melindungi kita dengan baik dari pandemi seperti COVID-19, karena itu merupakan hal yang tidak dapat dihindari," ungkap Aaron D. Blackwell.

Namun demikian, menghindari hal yang membuat kamu merasa jijik tampaknya merupakan suatu tindakan yang cukup bagus dan menguntungkan untuk diri sendiri.

Tag: kesehatan studi studi kesehatan

Bagikan: