Unjuk Rasa di New York Ricuh, Polisi Tangkap 58 Demonstran

Tim Editor

Unjuk rasa berlangsung di New York City, Rabu (4/11/2020) malam, untuk menyuarakan berbagai macam isu, mulai dari isu ras hingga perlindungan terhadap suara warga AS. (Foto: Matt McDermott)

ERA.id - Sedikitnya 58 pengunjuk rasa di kota New York ditangkap polisi, Rabu (4/11/2020) malam, setelah aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung damai di kawasan Manhattan berubah menjadi bentrokan antara demonstran dengan pihak kepolisian, seperti dilaporkan koran the New York Times.

Kejadian tersebut terjadi di tengah masih menggantungnya hasil akhir pemilihan presiden Amerika Serikat. Aksi unjuk rasa di New York hanya satu di antara gelombang protes yang juga terjadi di sejumlah negara bagian lainnya, yang masing-masing dilakukan oleh kelompok-kelompok yang beragam.

Di New York sendiri aksi unjuk rasa sejak Rabu siang menyuarakan tindakan yang lebih ketat terhadap polisi, juga agar setiap surat suara sah dalam pilpres AS dihitung hingga tuntas, dan agar masalah ras di Amerika Serikat segera berakhir.

Berdasarkan laporan New York Times, aksi unjuk rasa di New York dimulai sekitar pukul 20.30 di kawasan West Village. Massa yang semula berkumpul di luar Perpustakaan Umum New York bergerak menuju Washington Square Park. Selama melakukan arak-arakan itu mereka mengucapkan sejumlah slogan yang mengundang setiap kota "untuk membumihanguskan" kawasan sekitar mereka.

Polisi pun bergerak cepat untuk mengendalikan upaya kerusuhan sekecil apapun. Sejumlah polisi mendesak pengunjuk rasa untuk menepi ke trotoar untuk ditangkap. Beberapa satuan pengamanan menggunakan sepeda untuk mengejar dan menghadang sejumlah demonstran.

Sedikitnya tiga demonstran ditangkap karena membuat kobaran api, kata pihak kepolisian. Beberapa orang lainnya ditangkap karena menutupi pintu masuk menuju stasiun kereta bawah tanah. Polisi juga mengaku menahan para demonstran yang melempari mereka dengan sampah dan telur.

Pada Rabu malam, selain kobaran aki kecil yang diciptakan beberapa demonstran, tidak ada kerusakan gedung yang ditimbulkan, seperti disampaikan koran yang sama. Gedung-gedung bisnis dan restoran memang telah mengantisipasi aksi protes semacam ini sebelumnya, dengan menutup jendela-jendela kaca mereka dengan tripleks kayu.

"Kami sangat menghargai pentingnya kebebasan berpendapat," tulis Departemen Kepolisian New York dalam pernyataan yang diunggah ke Twitter. Polisi mengakui bahwa penangkapan dilakukan karena beberapa orang hendak "menunggangi aksi protes yang berjalan damai."

Tag: amerika serikat black lives matter Pilpres amerika

Bagikan: