Sembah Maradona, Gereja Ini Juga Anggap Lionel Messi Juru Selamat

| 27 Nov 2020 11:14
Sembah Maradona, Gereja Ini Juga Anggap Lionel Messi Juru Selamat
Ikonografi Diego Armando Maradona, dengan seragam timnas Argentina, dalam persekutuan the Church of Maradona. (Foto: Scooper)

ERA.id - Hampir semua orang akan melihat Diego Armando Maradona sebagai pemain sepak bola top dunia, tapi bagi segelintir orang di Argentina, ia sudah setara seperti tuhan atau dewa. Ia bukan sekadar nabi hasil reinkarnasi jiwa-jiwa yang lampau, tapi sungguh-sungguh Tuhan, atau mereka sebut dengan nama D10S yaitu adaptasi dari kata 'dios' yang merupakan bahasa Spanyol untuk 'Allah'.

Didirikan oleh Alejandro Veron dan Hernan Amnez, dua jurnalis yang memandu acara radio tentang sepak bola, the Church of Maradona, atau persekutuan gereja Maradona, melakukan pelayanan via internet dan menggunakan bahasa relijius untuk mengekspresikan pemujaan yang mendalam terhadap legenda sepak bola Argentina itu, yang pada Rabu (25/11/2020) wafat di usia 60 tahun.

Gereja Maradona ini konon memiliki 200.000 jemaat yang mendaftar melalui situs web resmi gereja tersebut. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Meksiko, Spanyol, Afghanistan, Filipina, dan Australia.

Menurut Yolanda Yabra, seorang jurnalis asal Argentina, dalam upacara-upacara persekutuannya, gereja itu mengganti Kitab Suci dengan buku autobiografi Maradona. Gereja itu juga memiliki ritus khusus seperti upacara baptis, pernikahan, dan perjamuan kudus ala Maradona yang semuanya dirayakan sesuai tanggal-tanggal penting dalam hidup Maradona.

"Tanggal 30 Oktober adalah hari ulang tahun sang pemain sepak bola terhebat sepanjang masa," kata Amez, mengutip Scooper. "Dan selama 20 tahun terakhir, kami telah merayakan Hari Kelahiran (Natal) Maradona."

Tanggal istimewa lainnya adalah 22 Juni, yaitu ketika para jemaat Gereja Maradona merayakan Paskah untuk bersyukur atas kemenangan Argentina atas Inggris di Piala Dunia 1986 dan kepemimpinan kapten Maradona dalam timnas Argentina. Dalam peristiwa yang sangat penting itu, Amez, Veron, dansatu petinggi gereja lainnya akan memakai pakaian jubah putih sambil membawa bola dengan mahkota duri.

Doa mereka berbunyi demikian.

"Maradona kami yang berada di lapangan sepak bola, terpujilah kaki kirimu. Datanglah kekuatan magismu. Abadilah gol-golmu di bumi seperti di Surga. Berilah kami kebahagiaan pada hari ini dan ampunilah para jurnalis, seperti kami mengampuni para mafia Neapolitan. Janganlah masukkan kami ke posisi off-side, tapi bebaskanlah kami dari Joao Havellange dan Pele."

Umat Kristiani tentu menyadari bahwa doa tersebut adalah adopsi dari doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus.

Gereja Maradona selama ini mendapat kritik karena dianggap meremehkan agama atau bahkan menciptakan suatu kelompok penyembahan berhala. Dalam hal ini Amez menjawab, "Kami tidak hendak ikut campur dengan agama atau menciptakan isu kontroversial apapun. Kebanyakan dari kami adalah orang Katolik. Gereja Maradona ini semata-mata tentang sepak bola."

"Kami berpikir tentang bagaimana membentuk sebuah gerakan yang menyegarkan pemujaan kita atas sepak bola. Jika dihitung, jumlah jemaat yang datang saat ekaristi kami jauhlah lebih sedikit daripada para penonton pertandingan sepak bola di stadion. Bukankah bisa saja para pemain di lapangan saat itu tengah menjadi dewa berhala (bagi para penonton)?"

Mereka yang dibaptis di gereja ini berjanji akan menaati Sepuluh Perintah Maradona, sekaligus memasukkan nama Diego sebagai nama tengah dan agar menamai anak mereka Diego. Perintah-perintah itu juga mencakup janji agar terus mencintai sepak bola di atas segalanya, menghormati Diego Maradona, dan mewartakan mukjizat yang pernah ia lakukan.

Pemujaan terhadap Maradona
Bentuk pemujaan terhadap Diego Maradona di berbagai tempat di dunia. (Foto: Scooper)

Menurut umat gereja itu, mukjizat paling agung dari Maradona adalah menyatukan rakyat Argentina dalam memuja 'Gol Tangan Tuhan" dan "Gol Terbaik Abad Ini", kata Amez. Kedua gol tersebut dihasilkan oleh Maradona dan hanya berselang 4 menit di pertandingan Perempatfinal Piala Dunia 1986 Argentina vs Inggris. Menurut Amez saat itu Argentina tengah beralih dari masa kediktatoran yang brutal dan berusaha melupakan kekalahan negara mereka dari Inggris dalam Perang Falklands.

"Kami (saat itu) turun ke jalan dan saling memeluk satu sama lain, melupakan situasi politik, agama, dan gender. Tak ada orang yang pernah mencapai hal semacam itu (selain Maradona)."

Dengan regenerasi timnas Argentina berjalan cukup baik, dan munculnya fenomena Lionel Messi, Gereja Maradona pun membuat sebuah pembaruan. Sementara Maradona adalah Tuhan mereka, Lionel Messi adalah 'El Messias", atau Sang Juru Selamat.

"Messi adalah orang yang tulus," kata Amez. "Ia adalah orang pertama yang membagikan t-shirt Gereja Maradona ke Barcelona, membagikannya ke para fan Maradona."

Rekomendasi