Trump Bakal Tinggalkan Gedung Putih Tanpa Upacara Militer

Tim Editor

Gedung Putih, kediaman presiden Amerika Serikat di Washington DC. (Foto: Michael Schofield/Unsplash)

ERA.id - Donald Trump dikabarkan telah menyebar undangan untuk sebuah upacara pelepasan resmi dirinya di pangkalan udara Maryland, AS, di hari terakhirnya menjabat sebagai presiden, yaitu 20 Januari.

Acara dijadwalkan terjadi pada Rabu pagi pukul 08.00, atau beberapa jam sebelum upacara pelantikan Presiden-terpilih Joe Biden, di Washington D.C.

Trump dikabarkan ingin mendapatkan upacara pelepasan dengan parade militer kenegaraan - salutasi 21 tembakan meriam dan upacara militer mewah - yang dihadiri oleh para pendukungnya serta para pejabat, baik yang masih bertugas maupun yang sudah mengundurkan diri.

Namun, seperti dikabarkan The Guardian, Selasa (19/1/2021), sejumlah laporan terakhir menyatakan bahwa Trump, yang kini tengah menghadapi proses pemakzulan dan sejumlah penyelidikan kasus kriminal dan sipil, tidak akan dilepas dengan upacara militer.

Sejumlah pejabat senior Pentagon kabarnya telah mengabarkan ke situs berita intelijen Defense One bahwa tidak ada rencana upacara pelepasan secara militer bagi sang Panglima Militer AS saat ini.

Sebelumnya, untuk diketahui, Presiden Ronald Reagan, George HW dan George W Bush, Bill Clinton, dan Barack Obama selalu dilepas dengan upacara militer.

Hingga kini detail acara pada Rabu pagi, atau Rabu sore WIB, masih belum jelas, demikian dilaporkan The Guardian. Dalam undangan yang disebarkan oleh Gedung Putih, para undangan diminta untuk tiba di Pangkalan Udara Joint Base Andrews maksimal pukul 07.15 pagi. Para undangan dilarang membawa senjata, amunisi, bahan peledak, pointer laser, dan mainan pistol.

Temperatur pada Rabu pagi diperkirakan akan sangat dingin.

Di jam-jam terakhirnya sebagai presiden AS, Donald Trump akan diterbangkan ke kediaman pribadinya Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One. Ini menjadi kesempatan terakhirnya menggunakan pesawat kepresidenan.

Setelah itu, pesawat Air Force One akan menjadi hak Joe Biden. Trump harus mendapat ijin dari Partai Demokrat dalam penggunaan pesawat tersebut jika ia masih di Washington ketika Joe Biden disumpah.

Acara yang dipersiapkan Gedung Putih untuk Trump kemungkinan hanya akan dihadiri sedikit orang mengingat cuaca dingin di Rabu pagi dan keharusan para staf membereskan seluruh barang mereka di Gedung Putih, demikian disebutkan The Guardian.

Penjagaan keamanan yang ketat selama inagurasi di Washington DC, menyusul pemberontakan di Gedung Kongres pada 6 Januari, juga bakal mempersulit para undangan menghadiri acara Trump.

Di saat yang sama, keluarga Trump juga akan menjadi keluarga presiden Amerika Serikat pertama selama seratus lima puluh tahun sejarah negara itu yang tidak menyambut keluarga presiden-terpilih di Gedung Putih. Sejumlah laporan mengatakan bahwa keluarga Biden akan disambut oleh karyawan penyambut Gedung Putih pada Rabu pagi.

Tak diketahui pula apakah Trump akan menelepon Biden atau meninggalkan secarik surat, sesuai tradisi di Gedung Putih, ketika ia meninggalkan ruang kerjanya untuk terakhir kali.

Tag: donald trump gedung putih amerika serikat

Bagikan: