Hari Keempat Tanpa Kasus COVID-19, Australia Siapkan Penerbangan Internasional

Tim Editor

Seorang peselancar melintas di atas jembatan saat terjadi antrean panjang kendaraan untuk tes COVID-19 dengan cara lantatur di Rumah Sakit St.Vincent, pantai Bondi, Sydney, Minggu (20/12/2020). (ANTARA/REUTERS/AAPIMAGE/Dean Lewins/aa)

ERA.id - Australia pada Kamis, (21/1/2021), mencatatkan empat hari tanpa da kasus virus corona ​​​​​sehingga mendorong kepala pemerintahan negara bagian terpadat di negara itu untuk menyerukan membuka perjalanan khusus dengan negara-negara kepulauan Pasifik.

New South Wales mengekang wabah pada pertengahan Desember yang mendorong penguncian ketat di Pantai Utara Sydney, sementara pembatasan sosial yang lebih luas dan pemakaian masker wajib diberlakukan di seluruh kota.

Mengisyaratkan pembatasan itu akan dikurangi minggu depan, Kepala Pemerintahan Gladys Berejiklien mengatakan kepada surat kabar Sydney Morning Herald bahwa pemerintah federal harus mempertimbangkan dibukanya perjalanan dengan negara-negara Pasifik.

"Tidak ada alasan mengapa kami tidak boleh melakukan perjalanan ke Selandia Baru atau beberapa Kepulauan Pasifik dalam 12 bulan ke depan," kata Berejiklian.

Komentar itu muncul setelah penasihat utama pemerintah Australia untuk kesehatan, Paul Kelly, memperingatkan tentang memulai kembali perjalanan internasional, mengingat negara itu berada dalam "posisi iri" dibandingkan dengan sebagian besar negara di dunia.

Tidak seperti negara lain, Australia telah menutup perbatasan internasionalnya dan hanya mengizinkan warganya yang telantar kembali pulang.

Namun, negara itu masih menjadi tuan rumah pertandingan tenis Australia Terbuka, dengan ratusan pemain dan anggota rombongan mereka berdatangan setiap hari.

Victoria, negara bagian yang tuan rumah pertandingan itu, mencatat hari ke-15 berturut-turut tanpa kasus virus corona lokal pada Kamis. Kendati demikian, sebanyak 72 pemain berada dalam karantina keras setelah beberapa penumpang dalam tiga penerbangan carter yang membawa mereka ke Melbourne dinyatakan positif mengidap virus corona baru.

Pelatih tenis Daniel Vallverdu mengatakan kepada Reuters bahwa para pemain yang menjalani karantina keras dan tidak dapat meninggalkan hotel mereka untuk berlatih, nantinya harus mendapatkan perlakuan istimewa dari penyelenggara seperti waktu latihan utama dan pertandingan yang dijadwalkan pada jam-jam yang lebih dingin pada hari itu.

Australia melaporkan lebih dari 22.000 kasus COVID-19 lokal dan 909 kematian sejak pandemi merebak.

Tag: australia pandemi COVID-19

Bagikan: