Sempat 'Bungkam' Jurnalis Indonesia, Direktur VOA Dicopot

Tim Editor

Halaman depan gedung Voice of America. (Foto: Wikimedia Commons)

ERA.id - Presiden Joe Biden tak buang waktu untuk 'bersih-bersih' institusi federal Amerika Serikat dari sisa simpatisan Donald Trump. Pada Kamis, (21/1/2021), direktur dan wakil direktur media plat merah Voice of America (VOA) langsung dicopot dari posisinya.

Melansir Associated Press, pencopotan direktur Robert Reilly dan wakil direktur Elizabeth Robbins dilatari kekhawatiran bahwa VOA, yang dikenal independen dalam pemberitaannya, telah berubah menjadi alat propaganda di masa Trump..

Reilly sendiri dipecat hanya beberapa pekan setelah menjabat sebagai direktur. Pekan lalu, ia dikritik habis-habisan atas keputusannya memindahtugaskan koresponden Gedung Putih, Patsy Widakuswara, yang mencoba bertanya pada Sekretaris Dalam Negeri Mike Pompeo dalam sebuah sesi tanya jawab tertutup.

Patsy, yang juga jurnalis senior asal Indonesia, saat itu sempat disebut Reilley "tidak sopan" karena mendesak dirinya mengajukan sebuah pertanyaan pada Pompeo. Beberapa jam kemudian, tanpa ada penjelasan, Patsy langsung dipindah dari desk Gedung Putih. Ia kembali dipindah, kali ini ke Biro Indonesia, tanpa ada penjelasan lagi, dilansir dari CNN.

Asosiasi Koresponden Gedung Putih mengecam keputusan Reilly karena pemindahan sang jurnalis senior dianggap suatu bentuk 'pembungkaman', yang melanggar Amandemen Pertama konstitusi AS tentang kebebasan berpendapat, beragama, dan praktik media massa.

Pemecatan pejabat senior VOA juga terjadi satu hari setelah Presiden Biden mendesak pengunduran diri direktur utama US Agency for Global Media, Michael Pack, yang merupakan kolega dekat Trump. Pack langsung mengajukan pengunduran diri beberapa jam setelah Biden dilantik, Rabu.

Pack sempat  memicu kemarahan saat mengambil alih kursi direktur utama tahun lalu, setelah memecat jajaran direksi media yang dinaungi institusinya. Pack, yang juga seorang sutradara film konservatif dan mantan partner kerja orang dekat Trump, saat itu dikhawatirkan hendak mengubah media nasional AS menjadi mesin propaganda Trump.

Pengunduran diri Pack murni atas inisiatif sendiri mengingat posisinya dilindungi amanat Kongres AS dan berjalan selama 3 tahun. Namun, uacapan Biden baru-baru ini mengindikasikan bahwa pengunduran diri Pack pasti akan terjadi, cepat atau lambat.

Biden sebelumnya dikabarkan berkata tidak akan mengapresiasi arogansi di lingkup kerja institusi federal.

"Saya tidak bercanda. Jika kamu bekerja dengan saya, dan saya mendengar kamu memperlakukan kolegamu dengan tidak hormat, meremehkan orang lain, saya janji, saya bakal memecatmu saat itu juga. Saat itu juga, tanpa terkecuali," kata Biden, Rabu lalu, dikutip dari Yahoo News.

Tag: amerika serikat joe biden Voice of America Patsy Widakuswara

Bagikan: