2 Tanker Minyak Asing Bertindak Mencurigakan di Lepas Pantai Kalimantan

Tim Editor

Ilustrasi kapal tanker. (Foto: Cameron Venti/Unsplash)

ERA.id - Otoritas penjagaan perbatasan dan laut Indonesia menyatakan telah menyita kapal tanker Iran, MT Horse, dan kapal tanker berbendera Panama, MT Freya, pada Minggu, (24/1/2021) atas dugaan transaksi minyak mentah secara ilegal di perairan Indonesia.

Melansir Reuters, juru bicara Kesatuan Penjagaan dan Pantai Wisnu Pramandita menyatakan bahwa kedua kapal tanker disita di lepas pantai Kalimantan. Keduanya diminta berlabuh ke Pulau Batam, Kepulauan Riau, untuk keperluan penyidikan.

"Kapal tanker itu pertama kali terdeteksi pukul 5.30 pagi dan menyembunyikan identitas dengan tidak menunjukkan bendera nasional, mematikan sistem identifikasi otomatis, dan tidak menanggapi panggilan radio," sebutnya dalam pernyataan tertulis.

"Ada ceceran minyak di dekat MT Freya."

Organisasi Maritim Internasional mewajibkan setiap kapal untuk menggunakan alat transponder demi keamanan dan transparansi. Kru kapal boleh mematikan alat tersebut bila terdapat bahaya privasi atau bahaya serupa. Namun, transponder seringkali dimatikan untuk menyembunyikan lokasi kapal selama melakukan aktivitas ilegal.

Pemerintah Iran, yang belum berkomentar terhadap penyitaan kapal, selama ini telah dituduh menyembunyikan detail penjualan minyak mentah mereka dengan mematikan sistem pelacakan kapal, sehingga otoritas setempat tak bisa mengetahui seberapa besar volume ekspor minyak mentah Teheran. Hal ini mereka lakukan sembari menghindari sanksi dari Amerika Serikat.

Di tahun 2018, Presiden Donald Trump mengeluarkan Washington dari kesepakatan nuklir Iran. Setelah itu, Trump menerapkan sanksi demi menekan volume ekspor minyak mentah Teheran.

Melansir Reuters, MT Horse yang disita sebelumnya pernah dikirim ke Venezuela  tahun lalu untuk mengantarkan 2,1 juta barel kondensat Iran.

Tag: iran amerika serikat Perjanjian Nuklir Iran

Bagikan: