Tencent Berencana Buka Dua Data Center di Jakarta

Tim Editor

Poshu Yeung, wakil presiden Tencent Cloud International. (Foto: Music Africa)

ERA.id - Konglomerat layanan berbasis internet asal China, Tencent Holdings, berencana mendirikan dua pusat data (data centers) di Jakarta demi bisa bersaing dengan korporasi global lainnya di pasar layanan komputasi awan (cloud services) Asia..

Berdasarkan laporan Nikkei Asia, (12/4/2021), perusahaan yang bermarkas di kota Shenzhen kini tengah bersaing dengan korporasi seperti Alphabet (pemilik Google), Facebook, Amazon, Microsoft, dan juga Alibaba, dalam meraup untung di tengah transformasi digital di Asia.

Investasi terkait data centers di Asia-Pacific pada tahun 2020 telah meningkat empat kali lipat menjadi 2,2 miliar dolar AS, setara Rp32,12 triliun, dibandingkan setahun sebelumnya, demikian sebut konsultan properti CBRE.

Di antara negara-negara Asia yang potensial, Indonesia dipandng sebagai salah satu 'medan perang' paling menjanjikan bagi penyedia layanan cloud. Google, Microsoft, Amazon dan Facebook telah mengumumkan bakal membangun data center pertama mereka di Indonesia. Alibaba bahkan telah memiliki dua data center di Indonesia, dan akan menambah yang ketiga.

Tencent Cloud International menjadi perusahaan terbaru yang bakal membangun data center di Indonesia, seperti disebutkan Poshu Yeung, wakil presiden perusahaan tersebut, kepada Nikkei Asia.

"Ini pertama kalinya kami langsung meluncurkan dua data center dalam satu tahun, di market yang sama. Ini menunjukkan betapa besar komitmen kami atas pasar lokal di sini," sebut Yeung.

Data Center Tencent, yang akan berdiri di "central business district" di Jakarta, bakal mendukung sejumlah industri, mulai dari layanan finansial, e-commerce, hiburan, gaming, hingga pendidikan. Keberadaan data center di tingkat lokal menguntungkan perusahaan dalam menyediakan layanan karena aspek pemrosesan data yang lebih cepat.

"Pusat data kami akan membuat kami bisa bermitra dengan lebih banyak perusahaan lokal," sebut Yeung.

Saat ini Tencent, berdasarkan survei Gartner di tahun 2019, adalah kompetitor terbesar keempat di bidang pasar cloud Asia-Pasifik, menyusul Alibaba, Amazon, dan Microsoft.

Tencent sendiri saat ini sudah bermitra dengan beberapa perusahaan yang berkecimpung di Indonesia. Bank Neo Commerce, penyedia layanan bank digital yang berpusat di Jakarta, disebutkan akan menggunakan basis data Tencent.

Tencent juga menyediakan dukungan teknologi atas kegiatan livestreaming platform e-commerce Shopee. Tingkat viewing time di situs live Shopee disebutkan naik 15 kali lipat selama tahun lalu.

Keberadaan data center di Indonesia juga sesuai dengan ambisi perusahaan tersebut mempercepat ekspansi layanannya - aplikasi musik Joox dan platform putar video WeTV - secara global.

"Karena banyak bisnis kami, dan juga bisnis yang menerima investasi dari kami, menarget atau berbisnis di Indonesia, maka sudah jelas kenapa kami memilih membuat data center kami (di Indonesia)," sebut Yeung.

Tag: china Internet 4.0 siber Tencent

Bagikan: