Wanita Ini Bikin Pesta Perceraian Usai Berpisah dari Suami Toxic

| 28 Sep 2020 13:05
Wanita Ini Bikin Pesta Perceraian Usai Berpisah dari Suami Toxic
Aira dan sahabatnya (Foto: Twitter/@airawr_)

ERA.id - Kata siapa perceraian selalu berakhir dengan kesedihan dan frustasi? Buktinya ada seorang perempuan yang merayakan perceraian dengan suka cita.

Wanita asal Malaysia yang satu ini tidak merasa sedih sama sekali atas perceraian yang baru saja ia alami. Wanita ini justru merayakan perpisahan dengan riang gembira setelah berpisah dari suaminya yang toxic.

Dia merayakan percaraian dengan sebuah pesta. Ia mengunggah momen-momen pesta perceraiannya lewat akun Twitter dan menjadi viral.

Dikutip dari World of Buzz pada Senin (28/9/2020), wanita bernama Aira berprofesi sebagai guru bahasa Inggris ini tidak menyangka akan mendapatkan banyak komentar positif dari netizen. 

Wanita berusia 27 tahun itu mengunggah tiga foto yang memperlihatkan kecerian pasca bercerai dengan suasminya. Lalu, netizen memberikan semangat karena ia sukses melepaskan dari suaminya yang toxic.

“Perceraian selalu dipandang sebagai hal yang buruk. Tapi itu bukanlah hal yang buruk, ketika kamu akhirnya bebas dari penyiksaan. Jadi inilah aku yang merayakan kebebasan,” tulis Aira dalam bahasa Inggris.

Wanita gelar pesta perceraian karena berhasil pisah dari suami yang kasar.

Aira (Foto: Twitter/@airawr_)

Pesta percarian itu terjadi setelah sahabat Aira yang menyarankan untuk mengadakan pesta. Momen ini dilakukan setelah masa iddah berakhir. Aira mengatakan sempat berkonsultasi kepada terapisnya. Ahli terapis menyetujui jika itu bisa mengatasi rasa trauma karena perbuatan kekerasan dari mantan suami.

Sebelum bercerai, Aira bilang jika orang tuanya ingin membawanya kembali bersama mereka. Tetapi keraguan itu diberikan kepada mantan suaminya, yang memperingatkannya untuk tidak memberi tahu siapa pun tentang perilaku kasarnya itu.

Aira bercerita dirinya pernah ingin melakukan bunuh, karena perlakuan mantan suami itu yang dia terima di rumah. Kemudian dia harus menghadapi amarahnya.

Kala itu, dia masih tetap diam, karena takut mantan suami akan marah jika Aira membuka mulut tentang perlakuan kasarnya. Namun, setelah keluarganya melihat perilaku kasar dari mantan suami, Mereka segera membela dan menarik Aira supaya tinggal bersama orang tua.

“Orang tuaku meyakinkanku bahwa aku pantas diperlakukan lebih baik dan mereka tidak menganggap perceraian itu buruk, ketika kamu berada dalam pernikahan yang hampir merenggut nyawamu,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa mantan suaminya tahu bahwa Aira menderita gangguan kecemasan sebelum mereka berpacaran. Belakangan dalam pernikahan, dia menyadari suaminya juga punya masalah manajemen amarah yang mengakibatkan kesehatan mentalnya memburuk.

Aira mengalami banyak pengalaman traumatis di rumah sendiri yang membuat dia kerap mengunjungi sang terapis

“Aku harus kembali minum obat dan menjalani terapi dua kali sebulan karena dia merawatkku. Aku juga didiagnosis dengan Bipolar Disorder tipe 2 Januari lalu," tuturnya.

Aira mengaku telah berhenti minum salah satu obat karena dokter memperhatikan betapa sehatnya dia setelah dua bulan bercerai. Dia sadar kondisinya lebih sehat dan kuat secara mental. Sehingga dia tidak lagi sering menemui terapisnya sekarang.

Mulanya, dia takut akan stigma cerai yang biasa dialami oleh wanita. Namun, dia sangat bersyukur bahwa keluarga dan teman-teman terus mendukung serta tidak memperlakukan dia berbeda. 

Aira percaya bahwa pernikahan itu sakral dan perceraian harus selalu menjadi pilihan terakhir. Namun, jika itu menyelamatkan seseorang dari hubungan yang kasar maka perceraian tidak boleh disukai.

“Sesuatu yang aku dapatkan banyak sekarang adalah orang-orang mengatakan kepada aku 'tidak apa-apa kamu akan menemukan seseorang yang lebih baik'. Tapi aku pikir tidak membutuhkan atau ingin seseorang yang lebih baik atau orang lain merasa baik-baik saja, karena itu hanya membuat aku bergantung pada orang lain. Alih-alih mencintai diri sendiri dan mengetahui ketika aku diperlakukan secara salah." ungkap Aira.

Rekomendasi