Coca Cola Ganja untuk Kesehatan

| 19 Sep 2018 15:05
Coca Cola Ganja untuk Kesehatan
Coca Cola (Sumber: Pixabay)
Jakarta, era.id - The Coca-Cola Company menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan produk minuman kesehatan. Dan coba tebak, produk minuman kesehatan itu akan dibuat dengan senyawa Cannabidiol (CBD) yang terkandung dalam tanaman ganja.

Dilaporkan Sky News, saat ini The Coca-Cola Company tengah mengamati perkembangan pasar dari sektor minuman kesehatan. Juru bicara perusahaan, Kent Landers bahkan menyebut, The Coca-Cola Company bukan satu-satunya perusahaan yang tertarik mengembangkan minuman kesehatan berbasis senyawa CBD.

"Bersama dengan perusahaan lain dalam industru minuman, kami mengamati dengan seksama pertumbuhan pasar CBD non-psikoaktif sebagai bahan dalam minuman kesehatan di seluruh dunia," ungkap Kent.

Meski belum ada langkah yang dilakukan, Coca-Cola nampaknya betul-betul serius mengembangkan produk minuman kesehatan CBD. Buktinya, sebuah laporan menyebut The Coca-Cola tengah dalam pembicaraan serius bersama Cannabis Aurora untuk mengembangkan minuman kesehatan CBD.

Cannabis Aurora adalah perusahaan produsen olahan ganja asal Kanada. Perusahaan ini telah sejak lama menyatakan keinginan untuk mengembangkan minuman kesehatan berbasis senyawa CBD.

Mengenal senyawa CBD

CBD memang sejak lama diketahui sebagai senyawa yang manjur mengatasi berbagai masalah kesehatan. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa CBD merupakan senyawa yang bersifat nonpsikoaktif serta memiliki sifat terapi yang sangat baik untuk kesehatan.

Secara spesifik, fungsi kesehatan pertama CBD adalah memperbaiki kerusakan otak akibat alkohol. Menurut penelitian di Universitas Kentucky, CBD dapat memperbaiki kondisi otak secara fisiologis, termasuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh kecanduan alkohol.

Dalam penelitian yang sama, CBD terbukti dapat mengurangi kerusakan saraf spesifik pada bagian entorhinal korteks hingga 48,8 persen. Selain memperbaiki kerusakan otak, CBD juga terbukti ampuh mengatasi kecemasan sosial akut.

Berbeda dengan obat antidepresan yang rata-rata mengandung bahan kimia, senyawa CBD justru diketahui ampuh sebagai penghilang rasa cemas secara efektif. Bonusnya, tentu saja tanpa efek samping ketergantungan seperti yang biasa timbul dari obat kimia.

Yang lebih canggih, penelitian yang dilakukan California Pacific Medical Center menemukan fungsi CBD sebagai pembunuh sel kanker. Dalam penelitian itu, para peneliti juga memperkuat penelitian yang sebelumnya dilakukan Universitas California, Los Angeles (UCLA).

Sebelumnya, publikasi hasil penelitian UCLA berhasil mengungkap fakta ganja sama sekali tak menimbulkan potensi kanker paru-paru seperti yang dikhawatirkan banyak orang selama ini.

Dari dua temuan yang didapat California Pacific Medical Center dan UCLA itu, kini para peneliti tengah mencari tahu potensi yang mungkin dapat dilakukan ganja untuk menghilangkan carcinogen --zat penyebab kanker yang ditemukan di dalam rokok-- dari tubuh manusia.

Rekomendasi