Khabib Minta Maaf atas Keributan di UFC, Putin Bangga

Tim Editor

(Foto: Twitter @PutinRF )

Jakarta, era.id - Khabib Nurmagomedov berhasil menumbangkan Connor McGregror dalam perebutan gelar juara di Ultimate Fighting Championship (UFC) di T-Mobile, Las Vegas, Sabtu (6/10). Khabib bahkan sempat mendapat telepon langsung dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Putin baru saja menghubungi saya, dan mengatakan ia bangga kepada saya, ia mengucapkan selamat," ujar Khabib seperti dikutip News.com.au, Senin (8/10/2018).

Ya, Khabib memang berasal dari Dagestan. Wilayah itu merupakan daerah federal Rusia. Bahkan warga Dagestan dikabarkan turun ke jalan, berpawai merayakan kemenangan Khabib.

Petarung Rusia itu menaklukkan MecGregor pada menit ketiga ronde keempat melalui submisson atau kuncian. Hanya saja, sebuah insiden kericuhan terjadi usai pertandingan yang sudah panas bahkan sebelum pertandingan di mulai. 
 

Usai pertarungan, Khabib menyerang sahabat dan juga manajer McGregor, Dillon Danis secara membabi buta sebelum diamankan pihak keamanan. Insiden itu terjadi lantaran Dillon menghina ayah dan agamanya. Khabib merupakan muslim taat dan menjadi petarung Rusia dan muslim pertama yang menjadi pemegang juara UFC.

Saat konferensi pers, Khabib mengucapkan permohonan maaf menyusul kericuhan yang terjadi di T-Mobile Arena di Las Vegas. Ia mengaku, pertengkaran ini bukanlah bagian dari sisi baiknya.

"Saya mohon maaf terhadap komisi atlet Nevada, mohon maaf Las Vegas," kata Khabib, dalam konferensi pers Sabtu (6/10) waktu setempat. 

Ketika ditanya apa yang menyebabkan ia marah, Khabib, menyebut soal ketegangan dengan McGregor saat menghadapi pertarungan serta serangan bus pada April.

"Orang-orang bicara tentang saya  melompat dari ring," kata Khabib. "Saya juga manusia, bagaimana soal ia bisa tentang agama saya, tentang negara, tentang aya, ia (McGregor) datang ke Brooklyn lalu merusak bus, hampir saja menewaskan pasangan, bagaimana tentang ini," ujar Khabib.
 

Tag: ufc khabib vs mcgregror

Bagikan: