Permainan Asyik yang Bisa Dilakukan Anak Saat Hujan Tiba

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Bandung, era.id - Datangnya musim hujan membuat aktivitas si buah hati di luar ruangan menjadi terbatas. Para orang tua juga tentunya lebih tenang melihat anak-anaknya beraktivitas di dalam rumah, daripada harus mandi hujan yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit seperti demam.

Namun seringkali aktivitas anak di dalam ruangan hanya banyak dihabiskan dengan menonton TV dan bermain gadget. Padahal ada beberapa cara lain untuk membuat anak tidak bosan melakukan aktivitas di rumah kala hujan tiba.

"Sesekali tak mengapa bermain gadget, namun banyak permainan-permainan lain yang lebih seru dan punya manfaat lebih lho. Contohnya ada enam permainan yang dapat dilakukan anak-anak," kata psikolog anak yang merupakan Co-Founder Children Cafe Nuri Indira Dewi di Bandung, Minggu (24/2/2019).


Ilustrasi (Pixabay)

Nuri menjelaskan, sebetulnya banyak pilihan permainan yang bisa dilakukan anak-anak di kala hujan, mulai dari yang klasik sampai modern. Sebut saja monopoli, halma, ular tangga, catur, sampai uno. 

Jika dahulu para orang tua yang merasakan keseruannya, maka tidak ada salahnya sekarang dicoba mengenalkannya ke buah hati kita. Untuk era masa kini, permainan board games dapat mengajak anak memahami dan mentaati peraturan, selain itu ada pula target yang harus dicapai. 

"Asyiknya, board games manual bisa dimainkan oleh lebih dari satu orang tidak seperti yang di gadget. Jadi selain kemampuan problem solving-nya yang dilatih, jenis permainan ini juga meningkatkan komunikasi dan relasi antar pemainnya," ujar Nuri.

Selain itu, lanjut Nuri, dapat juga menggelar permainan yang konstruktif. Alasannya, permainan konstruktif adalah sifatnya yang open-ended. Dengan mengikuti permainan konstrukstif, anak dapat berkreasi sebebas mungkin untuk menciptakan bentuk-bentuk. 

Tidak harus dibatasi oleh aturan, anak bebas menggunakan medianya sesuai dengan imajinasinya. Saat bermain anak juga mengalami trial and error, bisa membongkar lagi kreasinya dan memperbaiki atau bahkan membuat yang baru. 


Ilustrasi (Pixabay)

"Kemampuan membuat rencana juga bisa kita terapkan ke anak. Coba tanyakan apa yang ingin dia buat, lalu amati prosesnya saat ia bermain. Contoh mainan yang konstruktif adalah balok-balok dan bermacam-macam lego. Tapi kalau di rumah tidak ada, benda-benda di sekitar kita seperti batu-batuan, kayu, bantal, hingga pasir juga bisa kok menjadi penggantinya," jelas Nuri.

Nuri menambahkan, ada juga jenis permainan sederhana dan murah meriah, yang paling sedikit memerlukan properti yaitu permainan peran. Dengan gerak tubuh dan merubah suara, orang tua dan anak sudah bisa mengarang cerita dan menikmati permainan. 

Anak dapat meniru menjadi seeokor harimau, putri duyung, cowboy, robot, hingga pesawat, semua bisa dilakukan. Orang tua dapat mengajak anak untuk membuat jalan ceritanya dan menggunakan benda di sekelilingnya sebagai properti.

"Selain melatih kreatifitas dan imajinasi, bermain peran juga memperluas wawasan dan kosakata. Bila mau lebih asyik lagi, ajak lebih banyak orang," terang Nuri.

Permainan yang keempat di kala hujan adalah membaca. Sudah banyak penelitian dan tulisan tentang manfaat membaca bagi anak-anak. Jika di rumah terdapat sudut khusus membaca, akan lebih menyenangkan menemaninya sambil mendengar suara hujan di luar.


Ilustrasi (Pixabay)

Membacakan cerita meningkatkan imajinasi, kelekatan antara orang tua dengan anak, juga kemampuan berbahasa. "Membaca juga membuka wawasan dan menumbuhkan inspirasi," ungkap Nuri.

Apabila anak sudah jenuh melakukan kegiatan non-motorik, dapat diajak berolahraga di dalam lingkungan rumah. Caranya dengan mencoba mengajak anak untuk mengeskplorasi rumah dengan berbagai gerakan, misalnya merangkak dari pintu depan ke ruang makan, lalu berjalan jinjit dari ruang makan ke dapur, kemudian melompat dengan satu kaki ke kamar.

Libatkan anak untuk menentukan gerakannya, bila anak ingin sedikit berlari pilih ruangan yang tidak terlalu banyak penghalang. Kalau tidak ada, minta anak mengusulkan gerakan lain yang lebih kreatif. "Berjalan seperti robot misalnya ? Yang penting, jadikan kegiatan ini menyenangkan," lanjut

Terakhir ini permainan pamungkas bagi anak saat hujan. Sebagian besar dari orang tua saat anak-anak, pasti pernah bermain hujan. Namun saat sudah memiliki anak, mungkin para orang tua malah melarangnya karena khawatir buah hatinya sakit. Kehujanan memang dapat membuat anak sakit karena perubahan suhu yang tiba-tiba, apalagi saat kondisi anak tidak fit. 


Ilustrasi (Pixabay)

"Tapi bukan berarti tidak boleh sama sekali, asalkan persiapannya matang. Syarat pertama, anak kita tidak sedang sakit. Kemudian ‘persenjatai’ mereka dengan jas hujan bertudung hingga sepatu boots," saran Nuri.

Bermain saat hujan turun harus dibatasi waktunya. Cukup 30 menit dan setelahnya segera mandikan dengan air hangat untuk mengembalikan suhu tubuhnya ke suhu normal. Usai memandikan sang buah hati, dapat menambahkan dengan minyak penghangat tubuh.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kondisi hujan, jangan sampai saat petir menyambar-nyambar anak tetap asyik main hujan. Batasi juga areanya, misalnya hanya di halaman rumah yang tidak ada pohon besar. Yang penting, orang tua bersiaga untuk mengawasi dan juga untuk ikut main hujan. 

Tag: tumbuh kembang anak

Bagikan: