Taylor Swift Batal Tampil di Australia Setelah Tekanan Aktivis Hewan

Tim Editor

Taylor Swift (Foto: Twitter @taylorswift13)

Jakarta, era.id - Penyanyi Taylor Swift batal tampil pada acara pacuan kuda Melbourne Cup. Acara ini sempat jadi sorotan sejumlah aktivis hewan karena masalah kekejaman pada kuda pacunya.

Swift rencananya akan membawakan dua lagu dari album terbarunya, Lover, pada gelaran yang dijadwalkan pada 5 November. 

Dilansir Antara, Minggu (22/9/2019), para aktivis menggelorakan penolakan ini bahwa Swift lebih mementingkan uang dan mendukung penyiksaan hewan. Penolakan tersebut beredar di petisi daring, dan sudah lebih 6.500 orang yang mendantanganinya.

Sabtu (21/9) malam, dalam pernyataannya, promotor Mushroom Events mengatakan, tak hadirnya Swift karena masalah penjadwalan.  "Perubahan pada jadwal promo Asia telah membuatnya secara logistik tidak mungkin berada di sini."

Sementara, aktivis hewan tadi memuji keputusan Swift untuk tak jadi hadir dalam konser tersebut. "Tekanan terhadap Taylor Swift untuk membatalkan penampilannya itu signifikan," dalam pernyataan aktivis tersebut yang diunggah di Facebook.

"Penggemar dia tidak ingin melihat ia mendukung kekerasan pada hewan. Sementara alasan yang digunakan oleh industri balapan itu adalah jadwal yang kacau, tampaknya bagi kami dia telah menanggapi seruan itu."

Namun, ada juga sejumlah kalangan yang kecewa karena ketidakhadiran Swift. "Jelas, ini (Swift batal) mengecewakan bagi semuanya," kata kepala eksekutif Victoria Racing Club Neil Wilson.

"Kami memahami betapa pentingnya hiburan pra-Cup dan kami berharap memberi pembaruan (aksi lainnya) segera."

Untuk diketahui, enam ekor kuda sudah mati pada Melbourne Cup sejak 2013. Salah satunya 'The CliffsofMoher', kuda Irlandia berusia lima tahun, yang disuntik mati karena menderita patah bahu kanan.

Tag: taylor swift penyiksaan hewan

Bagikan: