Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa Bawa 'Keranda' untuk DPR

Tim Editor

Demo mahasiswa menolak UU Cipta Kerja (Gabriella/ Era.id)

ERA.id - Mahasiswa kembali menggelar demontrasi menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) yang bertepatan dengan perayaan Hari Sumpah Pemuda di kawasan sekitar Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2020).

Menariknya, Mahasiswa yang berasal dari ISIP, Universitas Bung Karno, dan Universitas Pancasila berdemonstrasi dengan membawa keranda yang ditutupi kain berwarna hitam bertuliskan "DPR Oligarki". Mereka juga menutup jalan dari arah Cikini ke Tugu Proklamasi.

Dari atas mobil komando, orator berkali-kali meneriakkan tolak UU Cipta Kerja dan meminta Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mencabut UU Cipta Kerja.

"Kita minta UU Cipta Kerja dicabut, tapi apa kawan-kawan, rezim ini tetap tak mendengarkan suara kita. Kita lawan kawan-kawan," kata orator.

"Lawan," teriak mahasiswa.

Mereka juga menyindir surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang melarang mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menilai, hal tersebut sebagai upaya pembungkaman aspirasi rakyat.

"Kita juga dibungkam kawan-kawan, pemerintah meminta kampus melarang kita turun ke jalan. Apa kita akan diam saja?" tanya orator dari atas mobil komando.

"Tidak, lawan," jawab mahasiswa.

Sementara, sejumlah elemen buruh dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) mulai berdatangan di depan Tugu Proklamasi. Mereka juga menggelar unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

Tag: demo demo mahasiswa RUU Cipta Kerja demo tolak omnibus law

Bagikan: