Soal PSBB Jakarta, Airlangga Sebut Kebijakan Anies 'Overdosis'

| 13 Sep 2020 16:21
Soal PSBB Jakarta, Airlangga Sebut Kebijakan Anies 'Overdosis'
Airlangga Hartarto (Dok. Kemenko Perekonomian)

ERA.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Tim Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), Airlangga Hartarto, rupanya masih tidak sepakat dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total, Senin (14/9). Airlangga menyebut kebijakan Anies 'overdosis'. 

"Bukan salah, tapi ini (PSBB Total) kebijakan yang sudah 'overdosis'," kata Airlangga dalam sebuah diskusi online di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Menurut Airlangga, Jakarta sebagai ibu kota negara dengan porsi ekonomi yang besar. Karena itu, Airlangga menilai penerapan PSBB Ketat ini salah kaprah. "Jakarta bukannya hanya melambangkan 20 persen ekonomi, tapi Jakarta juga pusat saraf perekonomian nasional," lanjutnya.

Jika Jakarta menerapkan kebijakan PSBB yang ketat, kata dia, akan mempengaruhi kembali kegiatan ekonomi baik secara regional maupun nasional. "Sehingga apapun kebijakan yang diambil merefleksikan kebijakan nasional, sehingga kalau kita lihat kemarin mempengaruhi pasar modal dan keuangan," ucapnya. 

Sebelumnya, Anies mengungkapkan alasan menarik 'rem darurat' pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi DKI Jakarta. Anies membeberkan ada peningkatan kasus COVID-19 di Jakarta yang naik secara tajam.

Rekomendasi