UU Cipta Kerja Salah Ketik, Arteria Dahlan: Dari DPR Sudah Rapi Kok

| 03 Nov 2020 20:43
UU Cipta Kerja Salah Ketik, Arteria Dahlan: Dari DPR Sudah Rapi Kok
Arteria Dahlan (Merry/era.id)

ERA.id - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan turut menyoroti perihal kesalahan pengetikan dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Arteria curiga ada pihak yang sengaja membuat pengetikan dalam UU Cipta Kerja salah. Ia curiga ada yang sengaja memberikan naskah Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) tak final ke Presiden Joko Widodo untuk ditandatangani. Hal ini berkaitan dengan sejumlah kesalahan pengetikan dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Kok yang final diberikan ke presiden justru hasilnya yang tidak final apakah ini disengaja? Kalau ini disengaja, saya akan melakukan upaya serius terkait dengan seperti ini," tegas Arteria kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Arteria mengaku bingung dengan kehadiran sejumlah kesalahan pengetikan pada UU Cipta Kerja yang sudah diteken Jokowi dan diunggah ke situs resmi Sekeetariat Negara. Menurutnya, anggota Fraksi PDIP yang tergabung dalam tim perumus (timus) dan tim sinkronisasi (timsin) Rancangan UU Cipta Kerja tak menemui kesalahan seperti pada Pasal 6 dan Pasal 175 dalam UU Cipta Kerja.

Karena itu, dia mencurigai ada yang sengaja memperkeruh suasana dengan mengutak atik naskah yang telah disempurnakan. Apalagi kesalahan itu tidak masuk akal karena terdapat di lembar awal UU Cipta Kerja.

"Dari DPR drafnya sudah rapi. Kita juga sudah mencermati dengan detail, masa pada lembar pertama bagian pertama saja sudah keliru, nggak masuk akal. Saya curiga jangan-jangan ada motif memperkeruh ini diusut tuntas ini urusan serius," ungkapnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini pun pun membuka diri jika pemerintah tidak sanggup menyisir kesalahan redaksional serupa pada 1.187 halaman  UU Cipta Kerja. Menurutnya, Baleg siap menerima kembali untuk melakukan perbaikan. Menurut dia atas prinsip kemanfaatan undang-undang tersebut bisa diperbaiki.

"Kita siap untuk kembalikan dan kita perbaiki langsung, pemerintah kasihlah yang ada logo-logonya presiden RI, kita yang perbaiki biar enggak gaduh lagi," pungkasnya.

Rekomendasi