Kisah Tukang Kunci yang Dipakai KPK untuk Membobol Brankas Wali Kota Blitar

Tim Editor

Sugianto, seorang ahli kunci di Blitar (AGTV)

ERA.id - Dalam melakukan pekerjaannya memberantas koruptor, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata melibatkan orang di luar lembaga antirasuah untuk melancarkan aksinya. Salah satunya adalah tukang kunci.

Namanya yakni Agus Wirawanto. Ia bekerja di kios ahli kunci milik bapaknya, Sugianto. Agus Wirawanto adalah ahli kunci yang sengaja dipakai oleh KPK. Sebuah pekerjaan yang luar biasa bukan?

Agus Wirawanto dalam sebuah kasus, digunakan keahliannya untuk membobol sekaligus mereparasi kunci untuk membuka brankas milik mantan walikota Blitar yang terseret kasus korupsi.

Awalnya, Sugianto dan Agus Wirawanto tak tahu menahu kalau ternyata KPK yang memakai jasa mereka. Barulah ketika di tempat, Agus Wirawanto jadi menyadarinya. Dan masalah membuka brangkas yang satu ini bukan urusan sepele.

Ahli kunci memang bukan pekerjaan biasa. Mereka diperuntukkan untuk membuka dengan kode pin, sehingga makin sulit membukanya. Itulah tingkat kesulitan yang jika dipikir, sangatlah sulit.

Pikir saja, misal salah, maka brankas bakal tetap tidak bisa dibuka. Nah, Sugianto dan Agus Wiranto ini, sudah terlatih. Mereka sudah mahir membuka brankas setebal 10 lapis dan berkeamanan ganda. Semuanya bisa selesai dalam waktu dua jam.

Dalam kasus Wali Kota Blitar, ahli kunci yakni Sugianto dan Agus Wiranto, butuh waktu yang lumayan ekstra. Sebab mereka mesti membuka dulu pengaman yang ternyata hanya bisa dibuka dengan memasukkan PIN.

Ilustrasi brankas (Jatimnow.com)

 

Lantaran tak mengetahui PIN-nya, maka Agus Wiranto terpaksa pulang sebentar untuk mengambil bor untuk membuka brankas. Masalah selesai? Tidak. Mengebor ini tidak boleh main-main, pasalnya bisa saja malah macet tidak terbuka kalau sampai salah.

Setelah brankas terbuka, ahli kunci ini pun segera memanggil pemilik, karena sudah menjadi kode etik buat mereka untuk menyudahi pekerjaannya dan tidak melihat isinya secara langsung.

Awalnya, dirinya mengira kalau isi dari brankas tersebut adalah uang, dokumen penting dan harta berharga lainnya hasil korupsi atau uang pribadi. Namun siapa sangka justru yang ditemukan hanyalah dokumen biasa.

Ya, mulai dari akta kelahiran, surat-surat dan resep dari dokter. Meski tak sesuai dugaan, namun paling tidak Agus bisa bahagia karena jasanya bisa digunakan oleh KPK untuk mengungkap skandal yang merugikan uang negara.

Menengok para ahli kunci yang ternyata sampai dimintai bantu KPK, tentu membuat kita lebih mengenal profesi mereka. Terlebih, keahlian ini pun digunakan untuk hal kebaikan sehingga memberikan manfaat bagi yang membutuhkan bantuan.

Tag: kpk yang unik

Bagikan: