Sederet Kontroversi Munarman, Pernah Jadi DPO hingga Siram Teh ke Wajah Guru Besar UI

Tim Editor

Munarman menyiram teh ke wajah guru besar UI. (Foto: Istimewa)

ERA.id - Sebelum ditangkap oleh Densus 88 Antiteror terkait dugaan terorisme, Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman pernah tersandung sejumlah kasus. Munarman diketahui beberapa kali berurusan dengan polisi hingga menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) dalam suatu kasus.

Yang paling fenomenal, pria kelahiran Palembang, 16 September 1968 itu pernah melakukan penyiraman air teh ke wajah Guru Besar Universitas Indonesia Tamrin Amal Tamagola dalam sebuah acara talkshow di stasiun televisi swasta.

Berikut sejumlah kontroversi Munarman yang dirangkum ERA.id dari berbagai sumber, Kamis (29/4/2021)

1. Kasus penyerangan di Monas

Munarman pernah terlibat dalam penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang tengah menggelar aksi di sisi timur lapangan Monumen Nasional (Monas) pada 1 Juni 2008.

Peristiwa tersebut menyebabkan korban luka-luka di kubu AKKBB. Mereka mengalami memar-memar pada bagian kepala akibat kekerasan benda tumpul. Selain melakukan pemukulan, para laskar FPI juga melakukan perusakan terhadap mobil pick up warna putih yang digunakan AKKBB untuk mengangkut sound system.

Dalam proses hukum yang berjalan, Munarman sebagai Panglima Laskar Islam menyatakan akan bertanggung jawab dan meminta polisi cukup menangkap dirinya serta tidak menangkap anak buahnya secara diam-diam.

Namun, Munarman yang berstatus tersangka menghilang. Akibat ketidak hadirannya saat sudah menjadi status tersangka, Munarman akhirnya masuk dalam daftar DPO.

Munarman mengirim rekaman video berisi syarat agar dirinya menyerahkan diri. Salah satunya adalah meminta Surat Keputusan Bersama terkait pembubaran Ahmadiyah di Indonesia.

Munarman kemudian divonis bersalah dan dihukum satu tahun enam bulan atas insiden tersebut.

2. Siram Air Teh ke Wajah Guru Besar UI

Dalam diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi yang ditayangkan TvOne dengan tema pembahasan jam operasi tempat hiburan malam, Juru Bicara FPI Munarman menyiram sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tomagola dengan secangkir teh Jumat (28/6/2013).

Atas insiden tersebut, TV One akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun @akipagi_tvone.

Berikut cuplikan perdebatan Munarman dengan Thamrin Amal:

3. Hadir dalam baiat ISIS

Munarman juga pernah menjadi sorotan lantaran diduga hadir dalam sebuah acara FPI yang diduga di dalamnya terdapat agenda baiat kepada ISIS di Makassar, Sulawesi Selatan.

Video acara baiat terhadap ISIS di Makassar itu juga viral di media sosial. Dalam wawancara di "Mata Najwa" yang tayang pada 8 April 2021, Munarman mengatakan, dia berbicara soal isu counter-terrorism tanpa tahu ada agenda lain dalam acara tersebut.

“Saya hadir disitu karena materi saya menarik, menceritakan tentang geo-strategi, geo-politik global. Salah satunya counter terorism," ungkapnya dalam acara Mata Najwa.

Tangkapan layar video diduga Munarman dalam acara pembaiatan ISIS di Makassar (Dok. Twitter @ApriliaLin)

4. Ditangkap Densus 88

Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri menangkap mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman sekitar pukul 15.30 WIB di kediamannya Pamulang, Tangerang Selatan.

Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.

Tim Densus 88 Polri juga menemukan bahan baku peledak saat melakukan penggeledahan di bekas markas ormas terlarang FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

Penangkapan  Munarman diduga terkait kasus terorisme. (Foto: Istmewa)

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan, penangkapan terhadap Munarman merupakan hasil pengembangan pengungkapan kasus terorisme.

"Tentunya dari penangkapan teroris sebelumnya," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/04/2021).

Tag: teroris fpi isis munarman munarman ditangkap insiden Monas kontroversi munarman

Bagikan: