Sempat Dihampiri dan Ditunjuk-Tunjuk Utut Usai Sindir Puan, Fraksi PKS: Masalah Sudah Selesai

| 08 Nov 2021 15:30
Sempat Dihampiri dan Ditunjuk-Tunjuk Utut Usai Sindir Puan, Fraksi PKS: Masalah Sudah Selesai
Jazuli Juwaini (Dok. Instagram jazuli.juwaini)

ERA.id - Ketua Frkasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan, insiden interupsi hingga berujung sindiran kepada Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Rapat Paripurna yang dilontarkan salah satu anggota fraksinya yaitu Fahmi Alaydroes, kini sudah selesai.

Begitu pula dengan aksi Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto yang langsung mendatangi Fahmi usai menyindir Puan pun sudah selesai. Jazuli meminta agar masalah itu tak lagi dibesar-besarkan. Sebab pihaknya pun sudah meminta maaf kepada Fraksi PDIP.

"Saya kira itu sudah selesai dan meminta maaf. Kita tidak ingin (masalah) dikembangkan. Sudah selesai kalau itunya (aksi Utut menunjuk-nunjuk Fahmi)," kata Jazuli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021).

Jazuli menegaskan, fraksinya hanya ingin menyampaikan kritik terhadap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yang menerbitkan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Dia mengatakan, apabila masalah yang terjadi saat Rapat Paripurna terus dibesar-besarkan maka kritik PKS terhadap Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tidak substansial lagi.

"Kalau nanti dikembangkan begitu, yang muncul nanti malah yang lain. Saya ingin fokus kita adalah pada bagaimana permen itu menjadi perhatian menterinya sendiri," kata Jazuli.

Untuk diketahui, saat Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda persetujuan pencalonan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada Senin (8/11) sempat diwarnai dengan aksi interupsi, yang berunjung sindirian kepada Ketua DPR RI Puan Maharani.

Anggota DPR RI Fraksi PKS Fahmi Alaydroes menyindir Puan terkait pencapresan 2024 lantaran interupsinya tak didengar saat Rapat Paripurna.

Puan yang bertindak selaku pimpinan Rapat Paripurna memang tak memberi kesempatan anggota untuk interupsi. Dia tetap melanjutkan Paripurna dan menutupnya. Sementara Fahmi berkali-kali meminta izin agar diberi kesempatan berbicara.

"Bagaimana mau jadi capres," teriak Fahmi dengan nada kesal.

Rupanya, setelah melontarkan sindirian tersebut, Fahmi langsung didatangi oleh Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto. Sempat terlihat Utut menunjuk-nunjuk Fahmi, namun tak jelas apa yang dibicarakan.

Ditemui usai Rapat Paripurna, Utut hanya mengatakan bahwa pimpinan rapat berhak menentukan menerima atau menolak interupsi dari anggota.

"Tadi kan di awal sudah dibilang, agendanya tunggal, yaitu masalah laporan Komisi I mengenai Panglima TNI, kan sudah. Kan interupsi bisa ditempat lain, supaya keskralannya bisa terjaga," kata Utut.

Rekomendasi