Dukung Usulan KSAD, Komnas HAM Papua: Merangkul KKB Pernah Dilakukan Sarwo Edhie Wibowo

| 26 Nov 2021 08:35
Dukung Usulan KSAD, Komnas HAM Papua: Merangkul KKB Pernah Dilakukan Sarwo Edhie Wibowo
Anggota KKB di Papua (Istimewa)

ERA.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua mendukung pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abcurachman yang menyatakan akan merangkul Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Perwakilan Komnas HAM Papua Fritz Ramandey menilai langkah tersebut cukup baik dan harus menjadi kebijakan seluruh aparat untuk mengatasi permasalahan KKB.

Menurut Fritz,  upaya merangkul dan berdialog pernah dilakukan oleh Sarwo Edhie Wibowo, ayah dari Ani Yudhoyono yang saat itu berpangkat Brigadir Jenderal.

Sarwo Edhie, jelas Fritz, mengajak Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada tahun 1968-1970 untuk berdialog.

Fritz mengatakan pimpinan OPM saat itu yang memiliki kemampuan luar biasa mau bertemu dan menyerahkan senjatanya.

"Sarwo Edhie mengajak dia ke jalan baik-baik lalu mengirim kurir dan mengajak mereka dialog, pimpinan OPM bisa turun menyerahkan senjata dsbnya," jelas Fritz kepada Era.id melalui sambungan telepon pada Kamis (25/11/2021).

"Walaupun kemudian pemberontakan itu masih berlanjut karena dalam konteks ideologi, jadi membunuh ideologi tak bisa menggunakan peluru dan senjata," tambah dia.

Fritz juga mendukung pernyataan Dudung Abdurachman yang menyebut KKB merupakan saudara dari masyarakat Indonesia.

Menurut dia, dalam konteks internasional, KKB hingga saat ini merupakan warga negara Indonesia yang tengah melakukan aksi protes.

"masyarakat internasional, dan semua organisasi internasional termasuk PBB, menganggap KKB itu merupakan warga negara Indonesia," jelas Fritz.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Dudung Abdurachman, mengingatkan para prajurit yang bertugas di Papua agar menyayangi masyarakat setempat dan jangan pernah menyakiti hati masyarakat.

Hal itu dikatakan Dudung saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI AD, Persit KCK dan Satgas Yonif PR 328/Dirgahayu bertempat di Markas Batalion Raider 754/ENK20/3 Kostrad, di Timika, Papua, Selasa (23/11/2021).

"Jangan sedikit pun berfikir untuk membunuh, kalian harus sayang masyarakat dan kalian harus tunjukkan rasa sayang kepada masyarakat Papua. Kamu harus baik pada masyarakat Papua, jangan menyakiti hati mereka," kata dia.

Abdurachman menyatakan, prajurit TNI harus mampu merangkul kelompok bersenjata agar mereka bisa kembali ke pangkuan NKRI.

"Satgas tidak harus memerangi KKB, namun mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus karena mereka adalah saudara kita. Keberhasilan dalam tugas bukan diukur dengan dapat senjata namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI," ujar dia.

Rekomendasi