Jokowi Cemaskan Omicron, Panggil para Menteri ke Istana

| 01 Dec 2021 18:33
Jokowi Cemaskan Omicron, Panggil para Menteri ke Istana
Presiden Joko Widodo (Dok. BPMI)

ERA.id - Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri untuk membahas perkembangan dan mitigasi penyebaran varian baru Covid-19 yaitu Varian Omicron.

Beberapa menteri yang dipanggil yaitu Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan hingga Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Tadi pagi Pak Presiden memanggil beberapa menteri terkait. Ada Menteri Menko Marves, Menko Perekonomian, Menteri Luar Negeri yang diwakili Wakil Menteri, dan beberapa menteri lain secara spesifik membahas Omicron," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Pratikno mengungkapkan, dalam rapat tersebut Jokowi meminta para menterinya untuk terus memantau perkembangan Varian Omicron di negara-negara lain. Selain itu juga meminta seluruh fasilitas kesehatan siaga.

"Intinya kita harus selalu waspada, selalu standby. Jadi semua kapasitas yang ada harus selalu siaga," kata Pratikno.

Terpisah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan rekomendasi akhir soal aturan selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Sebabnya, sejumlah menteri sedang menggelar rapat membahas perkembangan Varian Omicron yang banyak merebak di Afrika Selatan.

"Kami belum bisa sampaikan final rekomendasi Nataru, karena para Menko sedang mengevaluasi tentang Varian Omicron ini. Jadi hari-hari ini akan dilakukan penyebabnya apa," kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (1/12).

Meski begitu, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menutup pintu internasional untuk kedatangan warga asing dari 11 negara antara lain wilayah Afrika Selatan, Bostwana, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozamboque, Namibia, Eswatini, Lesotho, dan Hong Kong.

Budi mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Satgas Covid-19 akan menjaga ketat pintu internasional baik udara maupun laut.

"Oleh karenanya, kita juga melakukan pengetatan kedatangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta, Sam Ratulangi, Ngurah Rai, Pelabuhan Batam Center dan di Kalimantan Barat. Satgas Covid-19 akan melakukan pengawalan," ucapnya.

Rekomendasi