Lonjakan Covid-19 Varian Omicron Diprediksi Terjadi pada Februari-Maret, Luhut: DKI Berpotensi Naik Tinggi

Tim Editor

Luhut Pandjaitan (ERA.id)

ERA.id - Pemerintah kembali memprediksi gelombang Covid-19 akibat Varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Hal ini berdasarkan data dan berkaca dari kasus di Afrika Selatan.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjiatan memprediksi, potensi kenaikan paling tinggi akan terjadi di Provinsi DKI Jakarta.

"Kami kembali memprediksi bahwa peningkatan kasus (Covid-19) berpotensi naik tinggi di Provinsi DKI Jakarta jika kita semua tidak hati-hati," kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (16/1/2022).


Luhut mengungkapkan, pemerintah menyadari bahwa peningkatan kasus Covid-19 yang sebagian besar disebabkan oleh Varian Omicron akan segera terjadi. Berdasarkan data per 15 Januari 2022 misalnya, tercatat tambahan kasus harian mencapai 1.045 kasus, angka ini sama seperti pada 11 Oktober 2021 lalu.

Luhut bilang, dari data tersebut kasus transmisi lokal sudah jauh lebih tinggi dibandingkan kasus Varian Omicron yang disebabkan dari pelaku perjalanan luar negeri.

"Kasus didominasi oleh wilayah Jakarta-Bali, terutama Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya," kata Luhut.

Pemerintah juga mencatat kenaikan kasus di wilayah Jawa-Bali juga terjadi di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Namun hal ini disebabkan karena sebagain wilayahnya masuh dalam area aglomerasi Jabodetabek.

Luhut menegaskan, kenaikan kasus ini sudah menjadi alarm waspada terhadap Varian Omicron dan meminta masyarakat lebih berhati-hati. Menurutnya, seluruh masyarakat bertanggung jawab atas nasib pandemi Covid-19 ke depannya.

"Ini adalah alarm bagi kita semuanya untuk mulai kembali awas memasuki varian baru Covid-19. Jangan mempersoalkan yang tidak perlu dipersoalkan. Saya titip ini. Jangan kita berdebat," tegasnya.
 
Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Provinsi DKI Jakarta disiapkan sebagai medan perang dalam menghadapi serangan Varian Omicron.

Dia meminta masyarakat dan pemerintah sama-sama kembali memperketat protokol kesehatan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, menggencarkan testing dan tracing, dan meningkatkan jumlah tempat isolasi terpusat. Selain itu, masyarakat diminta tidak pergi ke luar negeri. Bahkan, perjalanan ke luar kota pu tidak disarankan apabila tidak ada keperluan mendesak.

"Karena itu akan mengurangi laju penularan Omicron yang akan naik sangat tinggi dan cepat di DKI, Jabodetabek dalam beberapa minggu ke depan.

Selain itu, Budi juga meminta wilayah Jabodetabek mempercepat vaksinasi booster untuk menghadapi gelombang Covid-19 yang diprediksi terjadi di pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

"Dipastikan semua rakyat Jakarta, Jabodetabek akan dipercepat vaksinasi booster-nya agar mereka siap kalau gelombang Omicron tinggi," kata Budi.

 

Kami juga pernah menulis soal Gara-Gara Omicron, Kemenag Berhenti Kirim Jemaah Umrah ke Arab untuk Sementara. Kamu bisa baca di sini.

 

Kalo kamu tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya!

 

 

 

Tag: omicron luhut pandjaitan covid-19 DKI Jakarta

Bagikan: