Tips Makan Nasi untuk Penderita Diabetes Agar Kadar Gula Tetap Terkontrol

| 09 Jun 2024 08:00
Tips Makan Nasi untuk Penderita Diabetes Agar Kadar Gula Tetap Terkontrol
Ilustrasi tips makan nasi untuk penderita diabetes. (iStockphoto)

ERA.id - Indeks glikemik menjadi parameter untuk mengukur seberapa cepat makanan berpengaruh terhadap kadar gula darah. Bagi pasien diabetes, makanan dengan indeks glikemik tinggi harus dihindari sebab berisiko meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Dalam artikel ini akan dibahas tips makan nasi untuk penderita diabetes.

Nasi putih masih menjadi kekhawatiran terbesar bagi pasien diabetes sebab mengandung indeks glikemik tinggi daripada dengan sumber karbohidrat yang lain. Indeks glikemik nasi putih mencapai angka 73. Termasuk kategori tinggi di antara tiga tingkat indeks glikemik: rendah, sedang, dan tinggi.

Namun, tak perlu khawatir, selama mengikuti anjuran dokter, pasien diabetes sebenarnya tetap dapat mengonsumsi nasi. Dokter spesialis gizi di Mayapada Hospital, Mulianah Daya, membagikan tips mengonsumsi nasi bagi pasien diabetes agar kadar gulanya stabil.

Ilustrasi (Freepik/rawpixel.com)

Tips Makan Nasi untuk Penderita Diabetes

Pilih jenisnya

Selain nasi putih, pasien diabetes dapat mengonsumsi sumber karbohidrat lain yang lebih rendah kalori.

"Biasanya saya memberikan pilihan beras analog yang seratnya tinggi dan kadar gulanya tetap baik. Jadi mereka masih bisa makan nasi," kata Mulianah.

Contoh dari beras analog antara lain beras jagung, beras porang, sorgum, hanjeli, dan beras singkong. Ia menyebutkan, pasien diabetes harus tetap mendapatkan asupan menu makanan dengan porsi dan nutrisi lengkap.  

Porsi karbohidrat untuk nondiabetes berkisar pada angka 50-60 persen. Adapun khusus untuk pasien diabetes, jumlah karbohidratnya harus diatur lebih sedikit, yaitu berkisar 45-50 persen.

Kemudian, karbohidrat ini harus diseimbangkan dengan protein, serat, dan vitamin sesuai dengan kebutuhan pasien diabetes.

Atur jumlahnya

Menurut Mulianah, pasien diabetes harus mengetahui jumlah kebutuhan kalori minimal atau maksimal yang tepat bagi dirinya.

Terlebih bagi pasien diabetes yang juga menderita obesitas. Jika terjadi kasus demikian, pasien harus diet atau menurunkan berat badan terlebih dulu untuk menyesuaikan kebutuhan kalori dalam tubuh.

Sebaiknya, konsumsi makanan berkalori rendah sebab akan membantu memperlambat kenaikan kadar gula darah.

Perhatikan metode memasak

Menurut Mulianah, pasien penderita diabetes tidak harus mengonsumsi masakan rebusan sepanjang hari.

"Satu selalu garisbawahi kalau makanan itu harus menjadi kesenangan supaya pola makannya dapat menjadi lifestyle," ujar dia.

Dengan kata lain, jelas Mulianah, pasien diabetes boleh saja membuat olahan bahan makanan dengan teknik masak selain rebus, selama pola makannya teratur untuk mengontrol kadar gula dalam tubuh.

Menyesuaikan jam makan

Pasien diabetes juga disarankan harus mengatur waktu makannya, khususnya bagi pasien diabetes yang mengonsumsi obat khusus penyakit ini, seperti insulin.

"Coba cari pola makan dengan jam yang teratur. Disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari," kata Mulianah. Waktu makan yang teratur dapat membantu tubuh beradaptasi dengan rasa kenyang dan rasa lapar.

Mulianah juga memberi tips agar mengonsumsi makan malam terakhir pukul 18.00-19.00 atau tiga hingga empat jam sebelum tidur. Sebab, kadar gula darah dalam tubuh dapat lebih cepat meningkat pada malam hari ketika sistem pencernaan sedang beristirahat.

Demikianlah ulasan mengenai tips makan nasi untuk penderita diabetes yang dapat dilakukan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…

Rekomendasi