Informasi itu bermula dari adanya VAAC Darwin (Volcanic Ash Advisory Centre) yang menyatakan Gunung Salak meletus berdasarkan pantauan satelit Himawari sehingga akan menggangu penerbangan pesawat terbang.
Tak hanya peringatan bagi kawasan udara, situs gunung berapi juga menunculkan peringatan bahwa Gunung Salak telah meletus dengan kolom abu vulkanik mencapai 50.000 feet.