Jelang Akhir Pekan, Rupiah Kembali Perkasa

Tim Editor

Ilustrasi dolar (Pixabay)

Jakarta, era.id - Jelang akhir pekan, rupiah kembali menunjukkan performanya yang impresif, terlebih setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuannya. Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah berhasil menguat sebesar 0,51 persen ke level Rp14.600 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data perdagangan Reuters, Jumat (16/11/2018) pukul 09.20 WIB, dolar AS dibuka pada level Rp14.740, sejurus kemudian penguatan rupiah berhasil menekan dolar hingga ke angka Rp14.593. 



Rupiah melanjutkan tren positif yang dibukukan kemarin (15/11) kala menguat sebesar 0,74 persen. Keputusan Bank Indonesia (BI) memberikan suntikan energi yang begitu besar bagi rupiah, secara mengejutkan mengerek suku bunga acuan sebesar 25bps ke level 6 persen. 

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, sudah mulai kembali menjual dolar AS pada kisaran Rp14.600. Bank BCA, misalnya menjual dolar AS pagi ini pada kisaran Rp14.615, sekitar pukul 09.29 WIB. Sedangkan harga jual tertinggi dicatat Bank Mandiri Rp14.630 per dolar AS.


 
Analisa dan Prediksi

Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong mengatakan Bank Indonesia yang mengambil kebijakan menaikan suku bunga acuan Bank Indonesia "7 Day Reverse Repo Rate" menjadi faktor positif bagi fluktuasi rupiah.

"Rupiah sempat tertekan di sela perdagangan hari ini, namun kembali menguat, kebijakan BI kemungkinan menjadi penopang bagi rupiah," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, kebijakan BI menaikan suku bunga juga untuk mengantisipasi modal keluar akibat ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed pada Desember mendatang. Ia menambahkan kebijakan Bank Indonesia itu juga mendapat reaksi positif dari pasar menyusul data neraca perdagangan yang kembali defisit.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 November 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 6,0 persen. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Oktober 2018 defisit sebesar 1,82 miliar dolar AS.

 

Tag: nilai tukar rupiah dolar as

Bagikan: