Catat! Kekeliruan Situng Juga Ada yang Untungkan Prabowo

Tim Editor

Mahfud Md di Kantor KPU (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Mantan Ketua MK Mahfud MD menemukan hal menarik saat meninjau langsung proses input data rekapitulasi form C1 ke dalam Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng). Kekeliruan entri data bukan hanya ditemukan pada perubahan data yang menguntungkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, tapi ada juga buat paslon nomor urut 02 Prabowo-Subianto-Sandiaga Uno. 

"Kesalahan input TPS itu bukan hanya menguntungkan 1 paslon. 2 paslon itu sama-sama dapat keuntungan, sama-sama dapat kerugian," kata Mahfud di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).

Kemudian, Mahfud bilang, enggak mungkin ada kekeliruan data Situng yang lolos dalam rekapitulasi manual yang bakal dilakukan secara nasional setelah 25 April. 

"Kenapa enggak? Karena, tiap paslon punya salinan C1, KPU punya, saksi TPS punya. Kalau ada yang palsu, pasti ketahuan. Di situ saja caranya nanti," ungkap dia. 

Mahfud tegas bilang, pengelolaan server KPU juga cuma ada di kantor KPU. Jadi, bohong kalau ada orang asing yang ikut mengelola server KPU. Apalagi sampai ada tudingan server berada di Singapura. 

Makanya, Mahfud bilang, sangat tak mungkin KPU dianggap melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) untuk menguntungkan salah satu paslon. 

"Saya harap masyarakat tenang. Jangan sampai pada pemilu ini, KPU malah dirusak berita hoaks," tutur Mahfud. 

"Kalau perlu, mereka yang punya adu data, ayo bandingkan dengan punya kami. Itu akan ketahuan juga palsu atau tidak karena sumbernya sama," tambahnya. 
 

Tag: ayo nyoblos

Bagikan: