Jangan Sampai Nasib Ananda Badudu Seperti 29 Pegawai Sarinah

Tim Editor

Ananda Badudu (Instagram/anandabadudu)

Jakarta, era.id - Aktivis Ananda Badudu digelandang ke Polda Metro Jaya. Ananda ditangkap karena mengumpulkan dana untuk mahasiswa yang berdemo di depan Gedung DPR beberapa hari lalu. Ananda kini dibebaskan. Namun, kepastian hukum baginya masih tanda tanya. Berharap saja polisi tak mengulangi kekonyolan macam yang mereka lakukan pada 29 pegawai Sarinah yang memberi air kepada massa demo 21-22 Mei lalu.

"Saya dijemput Polda."

Kalimat itu merupakan kicauan terakhir Ananda di Twitternya, @anandabadudu, sebelum diangkut dari kediamannya, pagi tadi, Jumat (27/9/2019). Sebelum kicauan itu, Ananda menuturkan alasan penangkapannya.

"Saya dijemput Polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa," kicaunya sekitar pukul 05.00 WIB. 

Sebelumnya, Ananda diketahui menggalang dana untuk aksi mahasiswa di depan Gedung Bundar, Senayan, Jakarta Pusat. Ananda menggalang dana lewat situs kitabisa.com. Hasilnya, dana yang berhasil digalang tercatat mencapai Rp175.696.688.

Dalam aksi penggalangan dana itu, Ananda mencantumkan poin-poin tuntutan mahasiswa, yakni:

1. Batalkan UU KPK, RUU KUHP, Revisi UU Ketenagakerjaan, UU Sumber Daya Air, RUU Pertanahan, RUU Pertambangan Minerba, UU MD3 serta sahkan RUU PKS, RUU Masyarakat Adat dan RUU Perlindungan Data Pribadi.
2. Batalkan hasil seleksi calon pimpinan KPK.
3. Tolak dwifungsi Polri.
4. Selesaikan masalah Papua dengan pendekatan kemanusiaan.
5. Hentikan operasi korporasi yang merampok dan merusak sumber-sumber agraria yang menjadi predator bagi kehidupan rakyat, termasuk mencemari udara dan air sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa. Seperti halnya kebakaran hutan yang saat ini terjadi di Sumatera dan Kalimantan, serta memidanakan semua pihak yang terlibat.


Polisi tunjukkan surat penangkapan Ananda Badudu (Twitter/anandabadudu)


Penjemputan Ananda oleh polisi menyulut simpati masyarakat. Mereka meminta Ananda dilepaskan. Hal itu terlihat dari tagar #BebaskanAnandaBadudu yang bertengger di posisi satu trending topic Twitter. Sampai tulisan ini dibuat, tercatat 86.9 ribu kicauan membela mantan personel Banda Neira tersebut.

Setelah mendapat reaksi keras dari publik, akhirnya pegiat hak asasi manusia tersebut dibebaskan. Ananda keluar dari Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.30 WIB tadi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sebelumnya menyebut Ananda hanya diperiksa sebagai saksi, tidak ditetapkan sebagai tersangka.


Nasib 29 pegawai Sarinah

Kisah apes yang menimpa Ananda sejatinya juga pernah dialami oleh 29 pegawai Sarinah. Mereka ditangkap dan didakwa atas kasus kerusuhan 21-22 Mei lalu. Padahal, para pegawai diketahui hanya memberikan air kepada massa pendemo untuk membasuh wajah.

Kriminalisasi kini tak hanya terjadi pada mereka yang ingin menyampaikan pendapat. Orang-orang yang mengulurkan tangan untuk membantu upaya penyampaian pendapat pun bisa dijerat pidana. 

Belajar dari kasus para pegawai Sarinah. Mereka divonis empat bulan penjara dengan pengurangan masa tahanan. Vonis itu dijatuhkan dalam sidang yang digelar PN Jakarta Pusat pada Kamis (19/9). Para pegawai ditahan setelah demonstrasi besar-besaran 22 Mei dan baru dibebaskan lima hari lalu (22/9).


Polisi tangkap demonstran dalam aksi 21 Mei (era.id)


Meski sudah dibebaskan, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menganggap vonis tersebut dapat memberi dampak negatif kepada para pegawai Sarinah. Terutama karena mereka akan mendapat status narapidana. Status itu akan mendampaki kehidupan sosial mereka ke depan. Dalam perkara mencari pekerjaan, misalnya. 

Sementara itu, pengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Oky Wiratama yang memberikan pendampingan hukum kepada para pegawai Sarinah menilai putusan hakim masih jauh dari keadilan. Menurutnya, tindakan pegawai Sarinah yang memberikan air kepada pendemo, tidak bisa disebut tindak pidana. 

"Putusan hakim masih jauh dari keadilan karena hal ini menjadi preseden buruk bagi tindakan bantuan yang sama sekali tidak berhubungan dengan tindak pidana," kata Oky mengutip CNNIndonesia.com.

Tag: uu ite kriminalitas

Bagikan: