Hong Kong Open 2019 dalam Bayang-Bayang Aksi Protes

Tim Editor

Aksi Hafiz dan Gloria di Hong Kong Open 2019. (Twitter @INABadminton)

Jakarta, era.id - Aksi pro-demokrasi yang berlangsung baru-baru ini di Hong Kong tak bikin gentar penyelenggaraan event olahraga papan atas Hong Kong Open 2019. Turnamen bulu tangkis itu dimulai pada Selasa (12/11/2019) dengan sejumlah pemain dari kota itu lolos ke babak utama.

Event BWF Super 500, yang menampilkan banyak pemain top dari China daratan tersebut, telah diliputi keraguan akibat penembakan polisi terhadap seorang demonstran dan seorang pria dibakar oleh para pengunjuk rasa pada Senin (11/11).

Menurut laporan AFP, Selasa (12/11/2019), banyak yang datang dengan teriakan "tambahkan minyak" dalam bahasa Kanton, sebuah nyanyian olahraga yang sering digunakan untuk mendukung para pemain yang telah diadopsi oleh gerakan pro-demokrasi.

Baca Juga : Demo Tak Berujung Hong Kong yang Kembali Makan Korban
 


Pebulu tangkis tunggal putri Hong Kong Cheung Ying Mei harus bangun subuh untuk berjuang menghadapi lalu lintas dan sistem transportasi kota yang lumpuh supaya bisa tiba di venue Hong Kong Coliseum tepat waktu. Perjuangannya terbayar setelah menang 21-10, 20-22, 21-19 melawan Lyanny Alessandra Mainaky dari Indonesia.

Cheung akan menghadapi Line Hojmark Kjaersfeldt dari Denmark pada babak pertama tunggal putri, Rabu (13/11).

Ganda campuran Hong Kong Ng Tsz Yau dan Yeung Ming Nok mengalahkan rekan senegaranya Yeung Shing Choi dan Ka Yan Fan 21-14, 21-13.

"Mereka adalah tim kami juga," kata Ng tetapi Yeung menolak memberikan pendapat tentang aksi protes, menekankan bahwa mereka tidak memengaruhi turnamen, demikian seperti dikutip Antara.

"Bahkan di kota, dengan apa yang terjadi, mereka (penggemar) juga datang untuk mendukung," katanya lalu menambahkan bahwa penonton itu "mendukung seluruh Hong Kong, semuanya."

Yeung kemudian berpasangan dengan Chang Tak Ching di nomor ganda putra untuk mengalahkan pasangan China Taipei Chang Ko-chi dan Lu Chia-pin 21-18, 21-17.

"Kami bermain bagus," kata Chang. "Orang-orang Hong Kong yang menyoraki membantu kami.
 

"Penontonnya benar-benar hebat. Di luar meskipun orang-orang protes, kami masih fokus pada pertandingan." Pasangan ini akan menghadapi Ou Xuanyi dan Zhang Nan di babak pertama.

Para unggulan teratas --termasuk tunggal putra nomor satu dunia Kento Momota dari Jepang dan rivalnya asal China Shi Yuqi dan Chen Long-- akan memulai laga mereka pada Rabu (13/11).

Seorang juru bicara pengurus Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengatakan kepada AFP, "Semua jalan yang mungkin terkait keamanan dan status turnamen telah diselidiki.

"Prioritas nomor satu dan selalu adalah keselamatan para atlet, rombongan pemain, ofisial, penonton dan staf dan ini telah diperhitungkan dalam semua keputusan."

Tag: demo di hong kong bulu tangkis

Bagikan: