Lucius menilai ide Jokowi yang merekrut tujuh anak muda menjadi stafsus presiden tidak akan efektif, karena memiliki kecenderungan 'membunuh' kreativitas generasi milenial yang kini berada di lingkaran pemerintahan.
"Jadi tak akan efektif merekrut milenial jadi staf khusus ini. Alih-alih mengangkat milenial, keputusan Presiden ini malah cenderung 'membunuh' kebebasan anak muda untuk terus melakukan inovasi," ujar Lucius saat dihubungi era.id, Jumat (22/11/2019).
Menurut Lucius, anak muda yang sedang berada di puncak karier dalam menciptakan inovasi justru kini menjadi tak leluasa. Pasalnya, tujuh stafsus muda itu kini terjebak dalam kekuasaan politik yang akhirnya mengekang kebebasan berkreasi.
Seharusnya, kata Lucius, perekrutan stafsus milenial ini bisa melawan arus utama budaya milenial yang berpikir dan bekerja tanpa batas.
-
Mengenal Penyakit Multiple Sclerosis, Serang Saraf Pusat hingga Sulit Terdeteksi Kasat Mata
02 Jun 2026 11:051 -
Dara Sarasvati Buka-Bukaan Soal Masalah Kulit, Kecanduan Kopi hingga Rutin Konsumsi Multivitamin
01 Jun 2026 15:232 -
3
-
4
-
5