Kata Erick, Cuma 15 dari 142 Perusahaan Pelat Merah yang Nguntungin

Tim Editor

Menteri BUMN Erick Thohir. (Sumber: Instagram/@erickthohir)

Jakarta, era.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkap, selama ini hanya 15 dari 142 perusahaan yang rajin setor keuntungan. Sedangkan sisanya, berdasarkan laporan kontribusi pada BUMN kurang.

"Untuk saat ini 142 BUMN ini tentu menjadi unik untuk manage dan atur. Dari pendapatan uang dihasilkan Rp210 triliun. 76 persen dari 15 perusahaan saja," kata Erick saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2019).


Komisi VI DPR RI menggelar rapat kerja perdana dengan Menteri BUMN Erick Thohir. (Gabriella/era.id)

Dengan demikian, ke depan perlu ada antisipasi dan melihat kembali mengenai kinerja dari 127 BUMN tersebut. Sebab, 15 BUMN yang punya andil memberikan keuntungan pada BUMN itu hanya dari beberapa sektor saja. "Karena 15 perusahaan ini perbankan, Telkom dan oil and gas," kata dia.

Di hadapan Komisi VI DPR RI, Erick berjanji akan merapikan BUMN yang bermasalah. Tentunya, tidak langsung semuanya, namun secara berjangka. Ke depan Erick akan menyampaikan strategi penyelesaian masalah ini kepada DPR.

"Semoga pada rapat kerja berikutnya, kami dikasih waktu untuk memaparkan strategi. Semoga kita enggak cuma nyelesain tugas saja. Tapi juga memberikan fondasi ke depan," kata dia.

Adapun berdasarkan laporan keuangan dari sejumlah perusahaan mengalami kerugian. Seperti laporan keuangan PT Krakatau Steel. Perusahaan ini tercatat menderita kerugian sejak 2012 hingga sekarang. Itu berarti dalam lima tahun terakhir, Krakatau Steel masih menanggung kerugian sekali pun tiap tahunnya memperoleh pendapatan atau revenue yang kadang naik atau kadang turun.

Kemudian, PT Indofarma (Persero), Tbk. Perusahaan yang berbisnis produk-produk farmasi ini alami kerugian pada 2013, lalu sempat membaik dan merugi lagi pada tahun 2016 hingga sekarang. Kemudian, PT Garuda Indonesia (Persero). BUMN ini dilaporkan mencetak kerugian sebesar Rp2,88 triliun pada tahun 2017.

Tag: bumn erick thohir

Bagikan: