Cara Mencegah Masalah Kulit Akibat Terlalu Sering Pakai Masker

Tim Editor

Ilustrasi (Dok. BNPB)

ERA.id - Di tengah wabah COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, pemerintah selalu mengimbau warga agat memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Masker wajah wajib dipakai ketika kamu keluar rumah atau berada di keramaian. Hukuman pun menanyi warga yang tidak memakai masker di luar rumah.

Namun, apakah ada efek samping jika kita kelamaan pakai masker?

Dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin, dr Ivony Moesa SpKK mengatakan ada beberapa efek saming jika masker tak diganti secara berkala tergantung jenis maskernya.

"Beda masker, beda efek sampingnya. Tapi overall masker yang sudah dipakai itu di bagian luar ada kotoran virus dan lain-lain dari luar, kalau enggak diganti, enggak dicuci ya bisa terhirup dan bikin penyakit saluran pernapasan," katanya kepada ERA.id, Jumat (2/10/2020).

Baik masker kain, ataupun masker medis, memang diharuskan diganti paling tidak setelah empat jam pemakaian. Campuran cairan pernapasan dan keringat yang menjadi satu bila terakumulasi bisa menimbulkan infeksi bakteri pada kulit. Iritasi dan infeksi pun mengintai pengguna yang malas mengganti masker.

"Nah semua itu ditambah bahan masker yang bisa bikin reaksi alergi atau iritasi karena dipakai terus menerus jadilah dia infeksi. Bisa awalnya cuma gatal-gatal, merah saja, terus jadi infected dermatitis. Bisa hanya reaksi alergi atau iritasi saja atau bisa jadi jerawat," jelas Ivony.

Dokter muda ini memberikan beberapa tips agar terhidnar dari masalah kulit saat memakai masker, seperti mengganti masker kurang lebih setiap hari, tak menurunkan masker di dagu, jangan taruh masker sembarangan, dan bersihkan kulit setelah memakai masker.

"Overall selalu bersihkan kulit setelah lepas masker, oleskan pelembab yang sesuai jenis kulit, jangan lpupa tetap pakai tabir Surya diseluruh wajah," ucapnya.

Tag: masker kain

Bagikan: