Geram Nabi Muhammad Dilecehkan, Arie Untung Buang Tas-Tas Ratusan Juta Buatan Prancis

Tim Editor

Arie Untung (Foto: Instagram/@ariekuntung)

ERA.id - Sosok Presiden Prancis Emmanuel Macron saat ini menjadi sorotan publik. Hal ini bermula dari pernyataannya yang tidak akan mencegah penerbitan kartun menghina Nabi Muhammad. Ia berdalih, jika itu adalah bentuk dari kebebasan ekspresi.

Pernyataan sang presiden langsung menimbulkan kemarahan dunia. Aksi boikot produk-produk Prancis pun di lakukan oleh masyarakat muslim global.

Tak terkecuali, pembawa acara Arie Untung. Suami Fenita Arie ini juga mengambil aksi untuk memboikot prodok keluaran Prancis. Ia memutuskan untuk menyingkirkan tas-tas mahal dan mewah keluaran rumah mode Prancis.

Tas-tas branded keluarga Arie Untung (Foto: Instagram/@ariekuntung)

"Nggak layak, yang sabar ya teman-teman. Ngga habis-habis cobaan ini, nambah yang satu ini," ungkap @ariekuntung di Instagram pada Rabu (28/10/2020).

Dalam unggahannya itu terlihat tas-tas mahal brand mewah, seperti Louis Vuitton, Fend, YSL, dan Dior. Meski mahal, aktor berusia 44 tahun itu memutuskan untuk tidak menyimpannya di dalam lemari. Sebab, negara dari brand tersebut telah menghina Islam. 

"Karena negaranya menghina nabiku di bulan kelahirannya, barang-barang recehan brand-brand Prancis ini nggak layak ada di lemari yang pemiliknya sangat mencintai nabinya. Brand-brand ini kastanya langsung jadi 'paling rendah'," tulisnya.

Menurutnya, semahal apa pun tasnya ini nggak sebanding dengan penghinaan nabi Islam. Pemain film Tulalit juga memutuskan untuk tidak memakainya. Bapak anak tiga ini mengingkatkan tak semua warga Perancis sama seperti Emmanuel Macron. Selain itu, ia juga menyadari ini bukanlah dari brand tas tersebut.

"Sambil ngingetin. Ini adab kebijakan negaranya ya guys. Bukan orangnya, ini murni pemimpinnya aja. Nggak semua orang prancis juga setuju sama presidennya. Emang Bukan salah tas-tas ini tapi biar dia tau impact ekonomi yg dihasilkan atas penghinaan ini," katanya.

Menurutnya, sekarang brand prancis dinilai murah. Ia juga kesal dengan Presiden Perancis yang tidak ada bahasan lain. Sehingga, pernyataan dari Emmanuel Macron memancing amarah dari umat Muslim.

Arie Untung mengingatkan untuk umat Muslim untuk hidup berdamai dan berdampingan meski pun itu dengan berbeda keyakinan. 

“Emang sih kalau nabi yg disinggung semua pasti mau langsung 'turun'. Tapi sabar ya teman-teman kita sedang masuk fase mulkan jabbariyan. Temen-teman muslim jangan respon balik hina kepercayaan apa pun, kita jadi pribadi-pribadi yg sabar. Hidup berdampingan damai dengan yg berbeda kepercayaan adalah kelembutan yang diajarkan Rasulullah saw," jelasnya.

Arie Untung juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai produk buatan dalam negeri. Sebab, harganya murah dan membantu para pengusaha Tanah Air.

"Sekalian untuk naikin ekonomi kita. Mending pakai produk dalam negri aja yuk UKM-UKM banyak yang bagus-bagus. Yang harganya memang lebih murah, tapi value nya kita sekalian bisa saling membantu pengusaha lokal," tuturnya.

Tag: pemerintahan perancis islam

Bagikan: