Gadis Cilik Ini Dilirik Google dan Microsoft

Tim Editor

Samaira Mehta Programer cilik (Business Insider)

Jakarta, era.id - Samaira Mehta mungkin terlihat seperti gadis berusia 10 tahun kebanyakan. Tapi siapa sangka, gadis yang tumbuh dan besar di Silicon Valley ini sudah mampu menguasai coding dan programer

Mengutip Business Insider, Senin (21/10) Mehta telah belajar coding sejak usia enam tahun. Pada usia delapan tahun, Mehta sudah menciptakan board game pertamanya CoderBunnyz yang bisa diajarkan ke anak-anak seusianya tentang kode pemrograman.

Sejak saat itu, Mehta mencuri perhatian banyak media. Bahkan di usianya yang masih belia gadis yang dijuluki 'Powerpuff Girls' di dunia nyata ini sudah sering jadi pembicara di berbagai konferensi di Silicon Valley.

"Kami telah menjual 1.000 kotak, jadi lebih dari 35.000 dolar AS (atau sekitar Rp531 juta) dan ini baru tersedia di pasar selama satu tahun," kata Mehta, seperti dikutip era.id dari Business Insider.

Dengan dibantu ayahnya yang merupakan teknisi Intel di Microsoft, Mehta bahkan telah membentuk workshop mengenai coding bagi anak-anak usia sekolah. Dia bahkan telah meluncurkan gerakan 'Yes, 1 Billion Kids Can Code' untuk membantu anak-anak di sekolah mempelajari coding pada program komputer.

Pada sekuel board game kedua buatannya, Mehta berkerjasama dengan adiknya yang masih berusia enam tahun untuk membuat game tentang coding mengenai kecerdasan buatan atau Artificial Intiligence (AI) bernama CoderMindz. Permainan ini akan mengajarkan anak-anak tentang prinsip-prinsip dasar AI dan bagaimana cara melatihnya. 

Menarik Perhatian Raksasa Teknologi

Meningkatnya popularitas CoderBunnyz, membuat Mehta menjadi semakin sering mengadakan workshop. Sejauh ini, ia sudah melakukan 60 workshop di Silicon Valley yang diikuti 2.000 anak. 

Salah satu lokasi workshop-nya bahkan diadakan di kantor pusat Google di Mountain View, California, AS. Di situlah Mehta bertemu dengan Chief Culture Officer Stacy Sullivan yang menawarkan Mehta untuk bekerja di Google. 

"Setelah beberapa kali mengadakan workshop di markas Google, kami berbicara selama satu jam. Ia berkata bahwa saya melakukan hal yang hebat dan setelah lulus kuliah saya bisa bekerja di Google," ujar Mehta. 


Mehta saat jadi pembicara di konferensi teknologi (Business Insider)

Hanya saja, Mehta belum tahu apakah ia ingin bekerja di Google atau tidak. Sebab dirinya masih menyenangi pekerjaannya saat ini sebagai seorang enterpreneur.

Tak hanya Google yang terkesan dengan gadis cilik itu dalam konferensi Diversity in tech yang diadakan Google. Microsoft juga terkesima dengan kepiawaian Mehta saat berbicara di konferensi Women in Technology.

Tak hanya perusahaan teknologi yang tertarik dengan kepiawaian Mehta. Sejumlah tokoh besar juga mengaku bangga dengan apa yang telah dilakukan gadis cilik itu pada bidang teknologi. Sebut saja mantan Ibu Negara AS, Michelle Obama dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Kala itu Mehta ikut melakukan 'trick-or-treating' di sekitar rumah Zuck. Hingga akhirnya bisa bertemu langsung dengan Zuckerberg. "Saya akhirnya bisa bertemu dia. Ia sedang membagi-bagikan coklat," kenang Mehta. 

"Saya memberitahunya bahwa saya adalah coder muda, dan ia memintaku untuk terus melakukannya dan menyebut saya hebat," lanjutnya. 
 


Sama seperti banyak jagoan Silicon Valley lainnya, Mehta juga tidak lupa akan kegiatan amalnya. Ketika bisnisnya mulai mendapatkan keuntungan, ia akan menyisihkannya untuk yayasan amal PATH yang membantu tunawisma. 

"Ini akan mengakhiri tunawisma dan membantu orang-orang membangun kembali keterampilannya, dan saya peduli dengan tunawisma," pungkasnya.    

Tag: google microsoft chipset teknologi 7nm remaja berprestasi

Bagikan: