Lagu Lady Gaga-R Kelly Dihapus di Layanan Musik Digital

Tim Editor

Lady Gaga (Foto: Intsagram @ladygaga)

Los Angeles, era.id - Lady Gaga akhirnya memenuhi janjinya menghapus lagu kolaborasinya dengan R. Kelly dari layanan musik digital, setelah ia berkomentar mengenai kasus yang menimpa penyanyi R&B itu.

Dilansir dari Antara, Jumat (11/1/2019), lagu berjudul Do What U Want yang dinyanyikan Lady Gaga dengan R. Kelly telah dihapus dari iTunes Store mulai 10 Januari pukul 10 malam waktu Amerika Serikat.

Lagu ini juga tidak lagi menjadi bagian dari daftar lagu di album ARTPOP yang dirilis Lady Gaga pada 2013 silam. Album itu juga tidak tersedia di iTunes Store, meskipun sisa lagu lainnya masih bisa dibeli secara terpisah.

Selanjutnya lagu Do What U Want juga tidak akan lagi tersedia pada layanan streaming Apple Music AS dan juga tidak dapat diputar melalui saluran YouTube resmi Lady Gaga.

Namun para penggemar masih dapat melakukan streaming dan membeli versi alternatif lagu Do What U Want yang menampilkan Christina Aguilera sebagai rekan duet.

Lagu Do What U Want versi kolaborasi dengan Christina Aguilera dirilis pada Desember 2013 sebagai single yang berdiri sendiri dan tidak terdapat dalam album ARTPOP.

Hal serupa juga terjadi di layanan streaming Spotify Amerika Serikat. Versi album yang menampilkan R. Kelly juga tidak dapat diputar, namun untuk versi kolaborasi dengan Christina Aguilera masih tersedia.
 

Supaya kamu tahu, R. Kelly--pemenang Grammy Award yang mencetak hits I Believe I Can Fly--dituduh melakukan kekerasan seksual kepada wanita selama dua dekade terakhir. Perilakunya memancing amarah masyarakat yang ditandai dengan viralnya gerakan media sosial #MuteRKelly. 

Mei tahun lalu, Spotify menghapus lagu-lagu R. Kelly dari data musik mereka. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan baru perusahaan terkait konten kebencian.

Lagu-lagu tersebut memang masih tersedia di Spotify. Tapi mereka tidak lagi memasukkannya ke dalam saran daftar putar atau mengoperasikannya melalui algoritma seperti fitur Discover Weekly.     

Penyanyi kelahiran Chicago, Amerika Serikat membantah keras tuduhan tersebut. Dalam sebuah pernyataan resmi kepada NBC News, manajemen R Kelly mengecam keputusan Spotify dengan menyatakan kebijakan yang mereka ambil tidak berdasar. 

Kebijakan mengenai konten kebencian ini merupakan sikap Spotify untuk menindak tegas musisi yang melakukan tuduhan kekerasan seksual, kekerasan rumah tangga, dan artis yang menyanyikan lirik yang bersifat kekerasan dan anti-wanita.

Tag: album musik

Bagikan: