Waspada, Kasus Harian Penularan Covid-19 di Kota Tangerang Capai 400

| 28 Jan 2022 15:30
Waspada, Kasus Harian Penularan Covid-19 di Kota Tangerang Capai 400
Ilustrasi pasien Covid-19 (Antara)

ERA.id - Kasus harian masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kota Tangerang mencapai 400.

Hal ini pun membuat pemerintah was-was terjadi lonjakan. Hal tersebut diungkapkan oleh Walikota Tangerang Arief Wismansyah.

"data kemarin yang dilaporkan ini masih ada peningkatan Laporan baik diangka 400 hariannya," ujarnya, Jumat, (28/1/2022).

Oleh sebab itu dia meminta masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan. Serta melakukan vaksinasi untuk membentuk kekebalan komunal.

"Ini tentu harus terus kita waspadai makannya masyarakat kita himbau hindari kerumunan terus juga menggunakan prokes dan sukseskan vaksinasi," tutur Arief.

Berdasarkan data dari situs covid19.tangerangkota.go.id, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang mencapai 31142, jumlah ini bertambah 368 dari hari sebelumnya. Lalu, suspek aktif dirawat ada 914, jumlah ini bertambah 4 dari hari sebelumnya.

Kemudian, konfirmasi dirawat mencapai 1372, jumlah ini bertambah 344 dari hari sebelumnya. Pasien meninggal karena Covid-19 mencapai 497. Namun, pasien yang sembuh mencapai 29273, jumlah itu bertambah 24 dari sebelumnya.

Arief mengatakan masyarakat yang terpapar Covid-19 ini berasal dari transmisi lokal. Artinya, mereka terpapar oleh masyarakat lain yang juga positif Covid-19.  

"Sekarang Covid-19 ini kan banyak juga yang kasus lokal , artinya masyarakat masih lakukan aktivitas sosial , dan sebagainya mungkin akan terjadi keterpaparan," ujarnya.

Kata dia, dari kasus yang ada saat ini minim masyarakat yang berefek parah. Rata-rata mereka tanpa gejala. Sebab masyarakat yang terpapar Covid-19 ini rata-rata sudah mendapatkan vaksinasi.

"Vaksinasi ini sangat membantu agar mereka tidak terpapar sedang dan berat, hanya ringan saja bahkan banyak yang tanpa gejala. Kenapa tanpa gejala bisa kena Covid-19? Ya karena mereka terpantau dari hasil survilance kita dari testing, tracing makannya kita harus waspada," jelasnya.

Arief tak menampik kalau ada pasien Covid-19 yang dirawat ICU. Namun, pasien tersebut memiliki penyakit bawaan atau komorbit yang menyebabkan keterpurukan kondisinya.

"Dari kasus yang ada sekarang ini kasus yang dirawat bor rumah sakit anganya masih 13 persen ICU ada 4 , itu pun karena mereka punya komorbit," katanya.

Terkait dengan Covid-19 varian Omicron, kata Arief hal sudah tak dilakukan pemeriksaan lagi. Sekarang pemerintah pusat tidak lagi melakukan pemeriksaan jenis Covid-19 Omicron. Tadi sudah disampaikan menteri perindustrian jadi apapun Varian Covid-19 ya mereka Covid-19," pungkasnya.

Kami juga pernah menulis soal Akta Kelahiran Gala Sky Digugat Pengacara Tiara Marleen, Haji Faisal Heran: Panjang Lagi Persoalannya  Kamu bisa baca di sini

Kalo kamu tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya!

Rekomendasi