Orator Aksi Imbau Massa Tak Beli Makanan dari Pedagang Asongan

Tim Editor

Massa aksi terus memadati kawasan Medan Merdeka Barat. (Mahesa/era.id)

Jakarta, era.id - Orator aksi massa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) mengingatkan agar massa aksi tak membeli makanan atau minuman yang ditawarkan oleh pedagang asongan.

"Kepada aksi massa kalau dikasih makanan dan minuman oleh orang tidak dikenal jangan diterima. Jangan juga membeli makanan atau minuman dari pedagang yang ada di sekitar sini," kata orator aksi massa, Abdullah Hehamahua dari atas mobil komando di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Abdullah kemudian menyebut, ada seorang massa aksi yang keracunan karena menerima makanan atau minuman dari orang tak dikenal. "Nanti makanan dan minuman kita sediakan. Nanti ada," ujar dia.


Salah seorang pedagang pecel di tengah massa aksi. (Ahmad/era.id)

Aksi massa ini awalnya berada di wilayah Patung Arjuna Wiwaha di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat di depan Gedung Indosat. Tapi, tak lama kemudian massa bergerak ke depan Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Kemenko Polhukam).

Dilihat era.id, mobil komando massa aksi terus menerus membacakan ayat Alquran serta salawat. Sejurus waktu, empat mobil anti huru-hara juga disiagakan di Jalan Medan Merdeka Barat depan Gedung Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). 

Empat mobil anti huru-hara membentangkan pagar pembatas yang menutup seluruh Jalan Medan Merdeka Barat. Mobil ini dilengkapi water cannon yang siap digunakan jika massa aksi rusuh.

Para peserta aksi tampak membawa atribut atau poster yang bertuliskan seruan-seruan melawan kecurangan. Selain spanduk, mereka juga membawa bendera merah putih.

Tag: perlawanan terakhir prabowo

Bagikan: