Rekomendasi Film Bertema Kesehatan Mental yang Wajib Kamu Tonton

| 16 Sep 2020 22:08
Rekomendasi Film Bertema Kesehatan Mental yang Wajib Kamu Tonton
Film The Cyberbully. (Foto: Istimewa)

ERA.id - Kesehatan mental merupakan permasalahan yang bisa menimpa siapa saja, termasuk para selebritas dunia. Salah satu yang kerap terjadi adalah depresi. Penyebab terjadinya depresi di kalangan selebritas biasanya akibat media sosial.

Serangan digital ini jadi salah satu sumber masalah bagi mental seseorang, yang bahkan bisa menyebabkan bunuh diri. Agar bisa lebih aware dengan masalah kesehatan mental, berbagai media pun harus digunakan mulai dari jurnal, buku, hingga nonton film yang menyinggung tentang kesehatan mental. 

Berikut ini film-film yang berkaitan erat dengan kesehatan mental dan bisa bikin kamu lebih menghargai dan mencintai diri mu sendiri. 

Cyberbully (2015)

Film ini merupakan salah satu gambaran dari berbagai kejadian dan kejahatan yang terjadi di media sosial. Di rilis tahun 2015, film ini berkisah tentang seorang remaja bernama Casey yang memiliki seorang sahabat, Megan. 

Megan yang dikenal punya pacar bernama Nathan terpaksa putus karena sesuatu yang terjadi. Sayangnya Nathan tak terima dan melakukan kejahatan digital lewat Twitter. 

Di mana Nathan menjelekkan Megan dan mencemarkan nama baik mantan kekasihnya itu. Akibatnya Megan mengalami serangan dan jiwanya terguncang akibat hal itu. 

Casey yang jadi sahabatnya pun tak terima sahabatnya di terpa gosip murahan. Dia bergegas menghubungi Alex untuk meretas akun Nathan. 

Dari film Cyberbully ini kamu bisa memetik makna dan pesan yang ada bahwa berhati-hati dalam berucap di media sosial sangatlah penting bagi jiwa seseorang. 

Joker (2019)

Bagi penggemar DC film Joker ini sudah enggak asing lagi bagi kalian. Bukan cuma sekadar keren dan berlabel keluaran DC aja, film Joker ini juga mengangkat kisah kelam dari seorang badut bernama Arthur Fleck. 

Sebagai tokoh villain, Joker garapan Todd Phillips ini justru lebih mengedepankan sisi kelam dan gelap kehidupannya. Di mana dia tak mudah berinteraksi dengan banyak orang, sering tertawa sendiri, sering di-bully karena penampilannya jelek, dihina, hingga tak dianggap. 

Dari sisi menyakitkan itu ternyata memicu sesuatu hal yang jahat yang selama ini dia pendam dan meledak secara bersamaan. 

Melalui film Joker ini kamu bisa belajar untuk menghargai setiap profesi dan diri seseorang yang terlihat baik-baik saja, belum tentu kondisinya sama seperti yang diperlihatkan di depan umum. 

Black Swan (2010) 

Siapa bilang menjadi seorang balerina itu mudah? Nyatanya lewat film Black Swan yang tayang tahun 2010 ini cukup menguras pikiran sekaligus emosi bagi siapa saja yang menontonnya. 

Berkisah tentang seorang balerina bernama Nina (Natalie Portman) yang akan pentas di atas panggung dan memerankan karakter angsa hitam. Demi berperan sebagai angsa hitam, Nina harus berhasil masuk ke karakter yang gelap dan membuat dirinya serba salah. 

Bahkan saat mengatasi kegelisahan yang dia alami, Nina tak segan untuk melukai tubuhnya dengan cara merusak kuku jarinya, berhalusinasi, hingga mengalami anoreksia. 

Bukan cuma itu saja, Nina juga terpaksa harus masturbasi demi sebuah peran yang dia inginkan itu. Di sela masa latihan dia juga sempat mengalami pelecehan seksual dari pelatihnya, Thomas (Vincent Cassel). 

Melalui film Black Swan ini kita jadi tahu bahwa masalah kesehatan mental itu ada banyak jenis dan macamnya, jadi tetap harus waspada dan memperkaya diri dengan ilmu dan isu kesehatan mental ya. 

The Perks of Being a Wallflower (2012)

Film yang tayang tahun 2012 ini mengangkat tema penderita PTSD (Post-traumatic stress disorder) bernama Charlie (Logan Lerman). Dia dikenal sebagai remaja introvert dan kesulitan bergaul dengan teman-temannya. 

Kondisinya mulai membaik saat Charlie bertemu Sam (Emma Watson) dan kakak tirinya Patrick (Ezra Miller). Dia mulai membuka diri dan diam-diam menyukai Sam yang sudah hadir di kehidupannya. 

The Perks of Being a Wallflower ini mengajarkan kita untuk tidak menilai orang dari sampulnya saja. Orang yang memutuskan untuk tertutup, pasti mempunyai alasan sendiri memilih jalannya seperti itu, misalnya trauma di masa lalu yang tak bisa diceritakan. 

Silver Linings Playbook (2012)

Berkisah tentang Pat Salitano (Bradly Cooper) yang menderita bipolar. Dia baru saja dibebaskan dari rumah sakit jiwa setelah dengan sadis memukuli selingkuhan istrinya hingga nyaris tewas. Dia pun akhirnya hidup dan tinggal bersama orang tuanya setelah bebas dari rumah sakit jiwa. 

Bahkan setelah bebas dia berniat untuk rujuk kembali dengan istrinya dan menjalin kisah baru di rumah tangganya. 

Silver Lining Playbook akan membawa para penonton ikut merasakan apa yang terjadi di diri Pat yang begitu menyakitkan. Sehingga bagi kalian yang punya kerabat mengidap bipolar lebih aware dan tak semena-mena ke pengidap bipolar di mana pun kalian berada.

It’s Okay to Not Be Okay (2020)

Khusus yang satu ini bukan datang dari film layar lebar melainkan drama Korea Selatan yang populer di tahun 2020. Bagi penggemar drakor pasti udah khatam dengan jalan cerita dari tiap karakternya, Ko Moon Young (Seo Ye Ji), Moon Kang Tae (Kim Soo Hyun), dan Moon Sang Tae (Oh Jung Se). 

Agak rumit memang karena ketiga karakter ini punya masalah mentalnya masing-masing, Ko Moon Young dan Kang Tae dengan masa lalu yang kelamnya, Sang Tae dengan sindrom autismenya.

Moon Young bahkan bertindak sangat implusif, emosi yang tak terkendali, tak mudah ditebak, hingga bisa menangis tersedu-sedu. Semua hal itu karena masa lalu yang dialami dirinya saat kecil. Begitu juga dengan Kang Tae yang sejak kecil sudah memiliki beban untuk tanggung jawab ke kakaknya yang mengidap sindrom autisme. 

Dari drama ini para penonton bisa mempelajari banyak hal tentang karakter seseorang, mulai dari cara meredam emosi, berdamai dengan diri sendiri, hingga cara mengatasi tantrum penyandang autisme. 

Dari kelima film dan drama rekomendasi di atas semoga kalian bisa lebih menghargai satu sama lain dan banyak pelajaran yang bisa diambil dari semuanya ya. Ingat kesehatan mental itu penting dan perlu diperhatikan bersama. 

Kalau kamu memiliki gangguan atau kesehatan mental, segera hubungi pihak terkait untuk mendapat pertolongan ya!

Rekomendasi