Perbedaan Asam Lemak Omega 3 dan 6 yang Berperan Vital bagi Tubuh Manusia

| 29 Mar 2024 20:01
Perbedaan Asam Lemak Omega 3 dan 6 yang Berperan Vital bagi Tubuh Manusia
Perbedaan asam lemak omega 3 dan 6 (unsplash)

ERA.id - Omega 3 dan omega 6 merupakan dua jenis asam lemak esensial yang memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun tahukah Anda apa perbedaan asam lemak omega 3 dan 6?

Artikel ini akan membahas perbedaan utama antara omega 3 dan omega 6, beserta manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Dengan memahaminya, Anda bisa mendapatkan keseimbangan optimal dari kedua jenis asam lemak ini dalam diet.

Perbedaan Asam Lemak Omega 3 dan 6

1. Asam Lemak Omega-3

Dilansir dari Parsley Health, asam lemak omega-3 menghasilkan zat dari famili eicosanoid yang memiliki efek sangat menyehatkan bagi pembuluh darah. Selain memperlebar pembuluh darah agar aliran darah lancar ke seluruh tubuh, omega-3 juga berperan sebagai anti-inflamasi (anti radang). 

Sifat anti-inflamasi inilah yang membuat omega-3 sangat bermanfaat dalam mengoptimalkan kesehatan. Diet kaya asam lemak omega-3 dikaitkan dengan rendahnya penyakit seperti aterosklerosis (pengerasan arteri), obesitas, dan diabetes.

Khasiat luar biasa dari omega-3 pertama kali ditemukan pada populasi Inuit, yang sebagian besar makanannya terdiri dari ikan berlemak air dingin, yang dikenal kaya omega-3.

Sumber Asam Lemak Omega-3, meliputi:

  1. Salmon
  2. Tuna
  3. Herring (Ikan herring)
  4. Trout (Ikan trout)
  5. Kenari
  6. Biji rami (Flaxseed)
  7. Biji chia

2. Apa itu asam lemak omega-6?

Asam lemak omega-6, juga merupakan rantai panjang asam lemak yang penting. Namun,  berbeda dengan omega-3 yang melebarkan pembuluh darah, omega-6 justru menyebabkannya menyempit, sehingga aliran darah menjadi terbatas.

Kurangnya ruang untuk volume darah tidak hanya mengurangi aliran darah tetapi juga menciptakan tekanan di dalam pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan darah Anda. Sama seperti vitamin dan mineral essential lainnya seperti zat besi, vitamin D, dan kalsium, tubuh kita membutuhkannya untuk berfungsi, tetapi hanya dalam jumlah tertentu.

telur mengandung omega 6 (unsplash)

Jika dikonsumsi berlebihan, asam lemak omega-6 dapat mempercepat perkembangan aterosklerosis (pengerasan arteri), terutama jika tidak diimbangi dengan omega-3.  Namun, saat kita mengkonsumsi omega-3, tubuh kita sebagian mengganti omega-6 di dalam sel kita dengan omega-3 yang baru dicerna.

Sumber Asam Lemak Omega-6

  1. Biji labu
  2. Biji bunga matahari
  3. Biji rami
  4. Minyak biji rami
  5. Biji pinus
  6. Pistachio
  7. Kenari
  8. Telur
  9. Daging dari hewan yang digembalakan

3. Pentingnya Rasio Asam Lemak Omega-6 dan Omega-3

Diet para leluhur kita tidak hanya rendah kalori dan tinggi serat dari buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, dan ikan, tetapi juga memiliki keseimbangan omega-6 dan omega-3 yang sama pentingnya.

Saat ini, rasio yang kita konsumsi telah mendekati 15:1. Mengapa demikian? Hal ini sebagian besar dapat ditelusuri kembali ke evolusi pertanian modern, peternakan pabrik, dan industri makanan secara keseluruhan.

Makanan yang seharusnya memiliki keseimbangan alami omega-6 dan omega-3 telah diubah oleh petani untuk meningkatkan produksi pangan dengan menyesuaikan pakan ternak yang digunakan untuk produksi ayam, telur, dan ikan.

Industri barang konsumen kemasan yang menekankan makanan ringan olahan siap saji juga turut berkontribusi pada terganggunya rasio omega-6 dan omega-3 dalam diet manusia masa kini. 

Mengingat perubahan pola makan, cara manusia berbelanja, dan produksi pangan, rasio 1:1 dari nenek moyang kita atau bahkan kisaran optimal 1:1 hingga 1:4 tampaknya semakin jauh.

Sebuah penelitian tentang asam lemak dalam diet menunjukkan korelasi yang kuat antara rasio yang lebih dekat dengan nenek moyang kita dan daya tahan penyakit.

Rasio yang berkisar antara 3-4:1 menunjukkan penurunan proliferasi sel rektal pada pasien kanker kolorektal. Hal tersebut terbukti mengurangi peradangan pada pasien rheumatoid arthritis, dan dikaitkan dengan penurunan 70 persen kematian total pada penderita penyakit kardiovaskular seperti aritmia jantung.

Hingga kini para ilmuwan masih mempelajari rasio yang tepat untuk mengoptimalkan kesehatan secara keseluruhan. Dokter pada umumnya merekomendasikan rasio 1-3:1 pada diet pasien.

Selain perbedaan asam lemak omega 3 dan 6, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…

Rekomendasi