Jokowi Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Memicu Pro Kontra, Ramalan Denny Darko: Ini Bukan Ide Baru, Keluar dari Zona Nyaman!

| 14 Feb 2022 16:32
Jokowi Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Memicu Pro Kontra, Ramalan Denny Darko: Ini Bukan Ide Baru, Keluar dari Zona Nyaman!
Denny Darko (Foto: YouTube/Denny Darko)

ERA.id - Ibu Kota Negara Indonesia sudah resmi bakal berpindah dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan. Presiden Jokowi memberikan nama Ibu Kota Baru yakni Nusantara. Sayangnya, rencana pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan justru memicu pro dan kontra.

Ahli tarot, Denny Darko meramal soal rencana Jokowi memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan. Suami Vina Candrawati ini membeberkan quotes dari Albert Einstein soal perubahan yang harus lebih baik kedepannya.

"Einstein mengatakan mengharapkan sebuah hasil berbeda, tetapi tetap melakukan sesuatu yang sama dan berulang kali. Itu adalah sebuah kegilaan. Maka agar tidak gila, maka berubah jadi lebih baik daripada sebelumnya. Diam saja bukanlah jawaban," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Denny Darko.

Lebih lanjut, Denny Darko melihat di luar negeri banyak alami perubahan. Menurutnya, pemindahan Ibu Kota Kalimantan membuat kehidupan menjadi lebih baik. Sehingga, ia meminta masyarakat untuk tak menentang rencana Jokowi.

Denny Darko (Foto: YouTube/Denny Darko)
Denny Darko (Foto: YouTube/Denny Darko)

"Dunia diluar sana bergerak lebih cepat daripada yang kita bayangkan. Kita baru akan menyadari setelah terjadi sesuatu yang mendistruksi kehidupan kita kemudian menyalahkan dunia itu. Banyak hal disini merubah manusia dan kehidupannya," paparnya.

"Revolusi industri berikutnya terjadi hitungan tahun dibawah 10 tahun. Orang-orang ngeyel yang bertahan karena aman, dan tidak ada perubahan akan mati bersamanya," lanjutnya.

Denny Darko merasa masyarakat Indonesia harus menaati perubahan peraturan Ibu Kota, dari Jakarta menjadi Kalimantan. Ia meminta untuk masyarakat Indonesia tak beradu domba.

Jokowi (Foto: Instagram/@jokowi)
Jokowi (Foto: Instagram/@jokowi)

"Ini tentang bagaimana kita keluar dari zona nyaman. Nanti bisa saja orang lain mengambil diposisi nyaman itu. Orang lain bisa melakukan itu dan kita hanya bisa bilang licik melakukan itu. Kita hanya bilang mereka licik, padahal kitanya malas," paparnya.

Menurutnya, rencana pemindahan Ibu Kota bukanlah hal baru pertama kali dilakukan presiden. Sebelumnya, Presiden Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat berencana untuk memindahkan Ibu Kota.

"Ini bukan ide baru, presiden 1950 pernah ingin memindahkan DKI Jakarta ke Palangkaraya. Setelah beliau berkonsultasi dengan ahli urban design dari Rusia saat itu. Bahkan, tidak hanya itu, Presiden Soeharto ingin memindahkan DKI Jakarta ke Jonggol," tuturnya.

"Pak SBY pernah mengeluarkan opsi yang disambut baik, ada tiga opsi. Pertama di Jakarta, kedua pindah ke kota yang sudah ada, ketiga menciptakan kota baru. Sudah dibicarakan namun berakhir dengan wacana." lanjutnya.

Kami juga pernah menulis soal Rizal Ramli Penasaran, 'Jokowi Selama Jadi Presiden Lebih Banyak Ngomong Investor atau Rakyat?' Kamu bisa baca di sini

Kalo kamu tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya!

 

Rekomendasi